Tersengat Listrik Saat Tambal Atap, Pekerja Tewas di Gudang Toko Damai Kendari


Kendari - Seorang pekerja bangunan bernama Hamdin (33), warga Desa Erinere, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara, tewas tersengat listrik saat memperbaiki atap gudang Toko Damai di Jalan Yos Sudarso, Lorong Darma Samudra, Kelurahan Kendari Caddi, Kecamatan Kendari, Jumat (25/7) sekitar pukul 18.00 Wita.
Korban diduga menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi saat berada di atas atap gudang tempatnya bekerja. Insiden bermula sekitar pukul 17.00 Wita, saat Hamdin bersama rekannya, Sumardin (47), naik ke atap untuk menambal seng bocor.
“Saat kami sedang menambal seng yang berlubang, korban berdiri dan tanpa sengaja menyentuh kabel listrik tegangan tinggi yang melintang di atas atap. Saya lihat dia langsung terkapar,” ujar Sumardin, rekan kerja korban, Sabtu (26/7).
Sumardin mengaku tidak berani menolong karena takut tersengat listrik.
“Saya tidak berani menolong karena takut, jadi saya hanya bisa teriak minta tolong ke warga sekitar,” lanjutnya.
Warga yang berdatangan tidak dapat langsung mengevakuasi korban karena posisi tubuhnya yang terlalu dekat dengan kabel aktif. Tim PLN Rayon Benu-Benua baru bisa mengevakuasi korban setelah memutus aliran listrik.
Hamdin kemudian dilarikan ke RS Santa Anna Kendari menggunakan ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, namun nyawanya tak tertolong.
Pihak manajemen Toko Damai melalui Head of Corporate, Emi Landipo, menyebut pihaknya sejak awal telah memperingatkan korban agar tidak naik ke atap karena dinilai berisiko tinggi.
“Dari awal kita juga sudah sampaikan ke yang bersangkutan dengan temannya bahwa itu akan dikerjakan dari dalam. Makanya scaffolding itu kita kirim ke bawah untuk dikerjakan dari dalam, karena itu ada beberapa titik yang memang harus di-silicon,” ujar Emi.
Ia menegaskan larangan itu disampaikan langsung maupun melalui pengawas lapangan.
“Sudah disampaikan bahwa tidak usah dia naik ke atas, karena itu berisiko. Tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba dia sudah menyebrang ke sebelah. Sudah diteriakin sama orang saya, pengawas di sana, bahwa jangan dia menyebrang ke bangunan sebelah,” katanya.
Menurut Emi, pekerjaan korban sebenarnya hanya renovasi kamar mandi berukuran 1x1 meter di lantai bawah.
“Sekarang ini yang dia kerja kan itu kamar mandi di bawah. Tapi kenapa tiba-tiba naik ke atas dia bilang sekalian nih, karena sore agak dingin dia bilang. Tapi orang saya sudah sampaikan bahwa jangan menyebrang ke sebelah,” terangnya.
Emi juga menyatakan bahwa Hamdin bukan pekerja tetap atau dari vendor resmi, melainkan tukang harian.
“Itu kan tukang biasa, bukan vendor kontraktor. Kita sudah deal, ini ada pekerjaan, angkanya kita negosiasikan. Ini bukan bangunan baru, Pak, jadi bukan pekerjaan besar,” jelasnya.
Terkait perlengkapan keselamatan kerja, Emi menegaskan bahwa karena tidak ada instruksi untuk bekerja di atap, perusahaan tidak menyediakan alat pelindung diri (APD).
“Kalau itu dari karyawan kami pasti akan dilengkapi. Tapi ini bukan dari pihak kami, jadi memang tidak disiapkan alat-alat seperti itu karena memang tidak diperlukan untuk kerja di atas itu,” ujarnya.
Pihak Toko Damai menyebut telah menemui keluarga korban dan menyelesaikan tanggung jawab secara kekeluargaan.
“Segala biaya sampai beliau diantar sampai di rumahnya, itu semua menjadi tanggung jawab dari kami. Jadi dari kami sudah memberikan santunan sesuai dengan diskusi dengan pihak keluarga,” tutur Emi.
Keluarga korban menolak proses autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaReses di Kolaka, Anggota DPR Jaelani Serap Aspirasi Penyuluh Pertanian-Perikanan
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







