Usai Terima SK PPPK, Pria di Konawe Diam-diam Menikah Lagi, Istri Diabaikan


Kendari - Seorang oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial AW (33), diduga menikah lagi secara diam-diam dengan perempuan berinisial IRH. Pernikahan tersebut disebut terjadi saat AW masih berstatus suami sah dari NIM (29).
NIM menuturkan, hubungannya dengan AW telah terjalin lebih dari sembilan tahun sebelum akhirnya keduanya menikah secara resmi pada 9 Agustus 2025 di Kabupaten Konawe. Pernikahan itu berlangsung dengan restu dan disaksikan keluarga besar kedua belah pihak.
Tak lama setelah menikah, NIM dihadapkan pada kondisi keluarga yang berat. Kedua orangtuanya jatuh sakit dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Bahteramas Kendari, sebelum kemudian dirujuk ke Makassar, Sulawesi Selatan. Situasi tersebut membuat pengurusan administrasi pernikahan, termasuk penerbitan buku nikah, belum sempat diselesaikan.
Di tengah kondisi itu, NIM mengaku tidak mendapatkan dukungan penuh dari suaminya. Ia menyebut AW jarang memberikan perhatian dan tidak pernah menjenguk mertuanya yang tengah sakit. Hubungan rumah tangga mereka pun kerap diwarnai pertengkaran.
Pada 1 Oktober 2025, AW menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PPPK. NIM tidak dapat mendampingi karena masih fokus merawat orangtuanya. Sejak saat itu, komunikasi di antara keduanya semakin renggang.
Permasalahan memuncak ketika NIM memperoleh kabar bahwa AW telah menikah lagi secara diam-diam dengan IRH, yang diketahui merupakan rekan kerjanya sesama PPPK di instansi yang sama. Pernikahan tersebut disebut berlangsung pada Minggu malam, 26 Oktober 2025.
Awalnya, NIM mengaku tidak mempercayai informasi tersebut. Namun setelah meminta penjelasan langsung kepada AW pada 2 November 2025, ia memastikan bahwa kabar itu benar. Menurutnya, pernikahan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya maupun keluarga besar.
Saat dimintai penjelasan, NIM menyebut AW mengakui pernikahan itu dengan alasan IRH telah hamil. AW juga beralasan tidak akan mendapatkan izin dari NIM apabila terlebih dahulu meminta restu untuk berpoligami.
“Mereka menyembunyikan semuanya dari saya. Sama-sama PPPK, bekerja di kantor yang sama. Alasannya menikah karena perempuan itu sudah hamil,” ujar NIM, Selasa (6/1) dikutip dari Kendariinfo.
Atas kejadian tersebut, NIM menyatakan keberatan dan merasa dirugikan, baik secara moral maupun adat. Ia mengaku telah meminta penyelesaian secara kekeluargaan dan adat istiadat yang sempat dijanjikan akan diselesaikan pada November 2025, namun hingga kini belum ada realisasi.
NIM mengungkapkan saat ini tengah mempertimbangkan langkah hukum dan berencana melaporkan persoalan tersebut ke pihak kepolisian.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, AW belum memberikan keterangan resmi meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan awak media.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDirnarkoba, Dirbinmas, dan Kapolres Bombana Resmi Berganti
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







