Warga di Muna Terpaksa Pindah Domisili karena Kades Tolak Teken Surat Pengantar Nikah


Muna - Seorang kepala desa seharusnya menjadi pelayan masyarakat. Namun, Kades Ghonsume, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, La Fiudin, justru mempersulit warganya untuk mendapatkan surat pengantar keterangan nikah.
Pasangan calon pengantin LM Yasin dan Asmaul Safia mengaku sudah beberapa kali bolak-balik meminta tanda tangan kades untuk surat pengantar nikah yang akan mereka gunakan pada 5 Oktober 2025 mendatang. Namun, hingga kini permintaan mereka tetap ditolak.
“Kita capek bolak-balik, tapi tetap kades tidak mau tandatangani surat keterangan pengantar nikah,” ujar Asmaul, Jumat (26/9).
Berdasarkan informasi yang didapat, penolakan tersebut terkait dugaan bahwa orang tua calon pengantin pernah melaporkan kasus dugaan korupsi di desa itu ke Kejaksaan Negeri Muna. Kades dikabarkan hanya mau menandatangani surat pengantar nikah jika laporan itu dicabut.
Pasangan calon pengantin ini mengaku heran. Menurut mereka, surat keterangan nikah seharusnya tidak terkait dengan masalah pribadi kades.
“Sebagai pelayan masyarakat, harusnya kades tidak mengkait-kaitkan masalah pribadinya,” kata Asmaul.
Akibat penolakan itu, pasangan calon pengantin akhirnya memutuskan pindah domisili ke Kelurahan Palangga, Kecamatan Duruka, untuk tetap melanjutkan proses pernikahan mereka.
“Alhamudillah, surat pengantar keterangan nikah, sudah kami dapatkan dari Kelurahan Palangga,” tandas Asmaul.
Media ini telah mencoba menghubungi Kades Ghonsume untuk meminta klarifikasi, namun hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari yang bersangkutan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaBank Sultra Resmi Pindah Kantor Pusat, Gubernur Tekankan Direksi Jeli Lihat Peluang
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







