10 Kampus Paling Hijau di Indonesia, UHO Masuk Daftar


Kendari - Sebanyak 10 perguruan tinggi di Indonesia berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di kancah global.
Mereka sukses menembus peringkat dunia untuk kategori Setting & Infrastructure dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2025.
Perlu dipahami, predikat kampus hijau tidak sekadar diukur dari banyaknya pohon atau taman yang luas.
Penilaian UI GreenMetric lebih komprehensif, mencakup proporsi ruang terbuka hijau, tata guna lahan, pembangunan berkelanjutan, pengelolaan kawasan kampus, hingga ketersediaan fasilitas penunjang lingkungan yang ramah iklim.
UI GreenMetric merupakan pemeringkatan perguruan tinggi terbaik berdasarkan pengelolaan lingkungan hidup kampus yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia (UI).
Kampus dengan skor tinggi di kategori ini menunjukkan komitmen kuat dalam merancang lingkungan belajar yang nyaman sekaligus berkelanjutan.
Capaian ini membuktikan bahwa transformasi menuju kampus hijau telah menjadi kebutuhan mendesak bagi institusi pendidikan di Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Berikut daftar 10 kampus dengan skor Setting & Infrastructure terbaik di Indonesia tahun 2025:
- Institut Teknologi Sumatera (ITERA): Kampus asal Lampung ini menjadi yang terbaik di Indonesia dengan skor 1.450 dan menempati peringkat ke-7 dunia. ITERA dikenal memiliki kawasan luas dengan konsep pengembangan berbasis keberlanjutan.
- Institut Teknologi Bandung (ITB): Berada di posisi kedua nasional dengan skor 1.425 dan peringkat ke-12 dunia. ITB terus fokus pada pengembangan fasilitas yang mendukung efisiensi lahan.
- Universitas Hasanuddin (Unhas): Kampus di Makassar ini menempati posisi ketiga nasional dengan skor 1.425 dan peringkat ke-14 dunia. Unhas konsisten mendorong infrastruktur hijau untuk mendukung aktivitas akademik.
- Universitas Muhammadiyah Makassar: Menempati peringkat keempat nasional dengan skor 1.425 dan peringkat ke-20 dunia. Kampus ini menjadi bukti perguruan tinggi swasta mampu menunjukkan komitmen pembangunan berkelanjutan.
- Universitas Negeri Semarang (UNNES): Berada di posisi kelima dengan skor 1.400 dan peringkat ke-25 dunia. UNNES aktif mengusung konsep kampus konservasi sebagai identitas institusi.
- IPB University: Menempati posisi keenam nasional dengan skor 1.375 dan peringkat ke-33 dunia. Sebagai kampus yang fokus pada biosains, IPB memiliki fasilitas yang mendukung praktik pembangunan berkelanjutan.
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Berada di peringkat ketujuh nasional dengan skor 1.350 dan peringkat ke-48 dunia. ITS aktif mengembangkan inovasi teknologi hijau untuk efisiensi energi.
- Universitas Brawijaya: Memperoleh skor 1.350 dan menempati peringkat ke-50 dunia. Kampus di Malang ini terus memperkuat konsep hijau melalui pengelolaan lingkungan dan fasilitas ramah lingkungan.
- Universitas Halu Oleo: Berada di posisi kesembilan nasional dengan skor 1.325 dan peringkat ke-73 dunia. Keberhasilan ini menunjukkan upaya serius dalam menciptakan lingkungan belajar berkelanjutan di Kendari.
- Universitas Indonesia (UI): Melengkapi 10 besar dengan skor 1.300 dan peringkat ke-86 dunia. UI dikenal luas memiliki danau dan area konservasi yang krusial bagi ekosistem kampus.
Masuknya berbagai perguruan tinggi dari Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi dalam daftar ini menjadi sinyal positif bahwa konsep kampus hijau kini semakin berkembang. Tidak hanya kampus besar dan tua, perguruan tinggi daerah pun mampu bersaing di tingkat global.
Ke depan, efisiensi penggunaan lahan, pengelolaan kawasan, dan integrasi teknologi ramah lingkungan akan terus menjadi faktor penentu dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPSI Klarifikasi Status Keanggotaan Nur Alam Usai Disorot KPK
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







