25 Orang Diamankan, Konflik Lahan Tawamelewe Konawe Kembali Memanas


Konawe - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Konawe bergerak cepat mengamankan 25 orang yang diduga melakukan pengrusakan di lokasi eks konflik sengketa lahan di Desa Tawamelewe, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Minggu (31/8).
Peristiwa pengrusakan terjadi saat warga setempat tengah panen pada Minggu sore dan berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 15.00 hingga 16.10 Wita.
Aksi itu menimbulkan kerugian materiil signifikan, termasuk pembakaran satu unit sepeda motor, perusakan satu unit mobil, serta penghancuran 26 karung gabah hasil panen warga.
Selain itu, polisi mengamankan 19 bilah senjata tajam (sajam) yang dibawa para terduga pelaku.
Wakapolres Konawe, Kompol Hasruddin, membenarkan penangkapan itu dan menegaskan tindakan tegas dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan.
“Benar, 25 pelaku sudah kami amankan dan saat ini telah dibawa ke Polda Sultra untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas Kompol Hasruddin, Minggu (31/8).
Pasca-penangkapan, Kompol Hasruddin memastikan situasi di lokasi telah aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal, sementara personel Polres Konawe tetap disiagakan untuk patroli dan pengamanan guna mencegah gangguan keamanan susulan.
“Situasi di lokasi saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Kasus ini kembali menyoroti perselisihan dan dugaan perampasan lahan persawahan yang telah berlangsung sekitar tiga tahun.
Konflik sosial muncul antara warga transmigran dan warga lokal yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan.
Petani transmigran mengaku lahan mereka, bersertifikat hak milik sejak 1982 dan 1993, dirampas meski pajak bumi dan bangunan (PBB) dibayarkan secara rutin.
Badan Pertanahan Nasional (BPN) beberapa kali turun ke lokasi, namun hingga kini belum ada kepastian penyelesaian.
Pemerintah daerah dan Forkopimda sebelumnya sudah menginisiasi kesepakatan damai, namun insiden pengrusakan ini menegaskan sengketa di Tawamelewe belum sepenuhnya usai.
Kompol Hasruddin mengimbau masyarakat menahan diri, menghormati proses hukum, serta kesepakatan yang telah dibuat Forkopimda.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Hindari perbuatan main hakim sendiri yang bisa berdampak pidana dan merugikan kita semua,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Berita Berikutnya3.107 Personel Gabungan Kawal Mahasiswa Kendari Sampaikan Aspirasi dengan Damai
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







