56 Ribu Bidang Tanah, Baru 31 Ribu Terdata Pajak, PAD Muna Barat Terancam Tak Maksimal


Muna Barat – Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggandeng Kantor Pertanahan (BPN) Muna Barat untuk membenahi data pertanahan yang menjadi salah satu sumber potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Pelayanan Publik dalam Bidang Pertanahan di Aula Rumah Jabatan Bupati Muna Barat, Selasa (22/9/2026).
Salah satu fokus utama kerja sama ini ialah mengintegrasikan data Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP). Langkah tersebut diarahkan untuk memperkecil kesenjangan antara jumlah bidang tanah yang ada dengan data wajib pajak yang tercatat.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengungkapkan potensi bidang tanah di daerahnya mencapai sekitar 56.000 bidang. Namun, yang telah masuk dalam pendataan baru sekitar 31.000 bidang.
“Potensi riil sekitar 56.000 bidang tanah, yang terdata baru sekitar 31.000 bidang,” kata Darwin.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi penerimaan daerah yang belum tergarap secara maksimal, khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Darwin menyebut target PAD dari sektor tersebut berada di angka Rp2,5 miliar lebih. Karena itu, pemadanan data bersama BPN dinilai penting untuk memperoleh basis data pertanahan dan perpajakan yang lebih akurat.
“Ini tentu sangat jauh dari target PAD kita yang berada di angka Rp2,5 miliar lebih,” ujarnya.
Kerja sama Pemkab Muna Barat dan BPN juga mencakup percepatan pendaftaran serta pendataan bidang tanah, sertifikasi tanah masyarakat, hingga sertifikasi aset milik pemerintah daerah.
Selain mengejar PAD, Darwin meminta pembenahan data pertanahan digunakan untuk mengamankan aset Pemkab Muna Barat. Ia menyoroti persoalan tumpang tindih klaim kepemilikan lahan di kawasan pusat pemerintahan Bumi Praja.
Darwin mengungkapkan, kawasan Bumi Praja yang sebelumnya memiliki luas sekitar 250 hektare kini disebut hanya tersisa sekitar 130 hektare akibat adanya tumpang tindih klaim kepemilikan.
“Kawasan Bumi Praja yang awalnya sekitar 250 hektare, kini hanya tersisa sekitar 130 hektare,” ungkapnya.
Ia meminta BPN lebih teliti dalam proses sertifikasi tanah, terutama terhadap lahan yang berkaitan dengan aset pemerintah daerah.
“Saya meminta tolong kepada BPN agar lebih teliti dan berhati-hati dalam memproses sertifikasi tanah,” tegas Darwin.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Muna Barat, Romandhona Setyawan, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah untuk menyelaraskan data NOP dan NIB.
“Hari ini kita duduk di sini dalam rangka penandatanganan Nota Kesepakatan terkait aktualisasi NOP dan NIB,” ujarnya.
Romandhona menilai validasi dan keterhubungan data bidang tanah dengan NOP akan membantu penertiban administrasi pertanahan dan perpajakan. Data tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan PAD, termasuk dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Sementara itu, Kepala Bapenda Muna Barat, La Ode Muhammad Taslim, mengatakan integrasi data pertanahan merupakan bagian penting dalam pembenahan basis data PAD.
“Kita fokus pada percepatan pendaftaran dan pendataan data pertanahan, penguatan integrasi data, serta peningkatan PAD Muna Barat,” kata Taslim.
Menurut Taslim, data yang semakin lengkap dan terintegrasi akan memudahkan pemerintah daerah mengidentifikasi objek dan subjek pajak secara lebih akurat.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaLahan Bumi Praja Muna Barat Menyusut 120 Hektare, Bupati Soroti Tumpang Tindih Sertifikat
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







