Lahan Bumi Praja Muna Barat Menyusut 120 Hektare, Bupati Soroti Tumpang Tindih Sertifikat


Muna Barat – Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyoroti penyusutan luas kawasan Bumi Praja yang semula mencapai sekitar 250 hektare, namun kini hanya tersisa sekitar 130 hektare.
Persoalan tersebut mencuat dalam penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Kantor Pertanahan Kabupaten Muna Barat tentang pelayanan publik bidang pertanahan di Aula Rumah Jabatan Bupati Muna Barat, Selasa (22/9/2026).
Darwin mengatakan penyusutan lahan tersebut berkaitan dengan adanya tumpang tindih klaim kepemilikan.
“Kawasan Bumi Praja yang awalnya memiliki luas lahan sekitar 250 hektare, kini menyusut signifikan dan hanya tersisa sekitar 130 hektare akibat adanya tumpang tindih klaim kepemilikan,” kata Darwin.
Menurutnya, persoalan tersebut semakin serius karena terdapat pihak yang menggugat lahan milik pemerintah daerah dengan mengantongi sertifikat.
“Ironisnya, pihak yang menggugat terkadang juga memiliki sertifikat resmi atas lahan Pemda,” ujarnya.
Darwin meminta Kantor Pertanahan Muna Barat lebih teliti dalam proses sertifikasi tanah, khususnya yang berkaitan dengan aset pemerintah daerah.
“Oleh karena itu, saya meminta tolong kepada BPN agar lebih teliti dan berhati-hati dalam memproses sertifikasi tanah ke depannya,” tegasnya.
Ia mengatakan penguatan integrasi data pertanahan diperlukan untuk memperjelas status kepemilikan dan melindungi aset pemerintah daerah dari potensi sengketa.
Kerja sama Pemkab Muna Barat dan Kantor Pertanahan Muna Barat tersebut mencakup pemadanan data pertanahan, sinkronisasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP), serta percepatan sertifikasi aset pemerintah daerah.
Darwin berharap proses pendataan dan sertifikasi tanah dapat dilakukan secara lebih teliti sehingga persoalan tumpang tindih kepemilikan lahan di kawasan Bumi Praja tidak kembali terjadi.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaDPRD Kendari Bongkar Penyalahgunaan QR Code BBM Subsidi di Tiga SPBU
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







