Aniaya Istri Sejak Hamil Anak Pertama, Oknum PPPK BPKAD Konawe Dilapor Polisi


Konawe - Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kabupaten Konawe. Kali ini, seorang oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Konawe berinisial MFD (26) dilaporkan oleh istrinya sendiri, R (23), ke polisi.
R melaporkan MFD atas dugaan penganiayaan yang disebut telah terjadi berulang kali selama rumah tangga mereka.
Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Laode M Jefri Hamzah, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap fakta sebenarnya.
"Iya benar, laporannya sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi, meski ada beberapa yang belum memenuhi panggilan," kata Jefri, Kamis (20/8).
Di hadapan awak media, R mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan yang dialaminya bermula sejak dirinya masih mengandung anak pertama.
Peristiwa pertama disebut terjadi pada Kamis (25/12/2025). Saat itu, R mengaku mengalami kekerasan setelah membaca percakapan mencurigakan di ponsel suaminya dengan seorang perempuan.
"Saya ditempeleng dan dicekik hanya karena membaca percakapannya dengan wanita lain di HP," ungkap R.
Meski sempat memilih berdamai demi mempertahankan rumah tangganya, R mengaku dugaan kekerasan kembali terjadi. Bahkan, ia sempat merekam momen ketika MFD diduga mencekik lehernya pada Minggu (28/6/2026).
R juga menyebut dugaan kekerasan kembali terjadi setelah MFD kedapatan mengonsumsi minuman keras bersama perempuan lain.
Puncaknya terjadi pada Selasa (21/7/2026) di rumah orang tua MFD, Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha.
Dalam kejadian tersebut, MFD diduga menganiaya R hingga mengalami memar pada bagian lengan. R menyebut kejadian itu dipicu persoalan sepele, yakni dirinya terlambat menyiapkan makanan.
Tak lagi mampu menahan perlakuan tersebut, R kemudian melaporkan suaminya ke Polres Konawe pada Selasa (28/7/2026).
Namun, MFD membantah tudingan bahwa dirinya melakukan penganiayaan secara berulang maupun berselingkuh dengan perempuan lain.
Terkait isu perselingkuhan, MFD menyebut hal tersebut hanya kesalahpahaman. Ia menjelaskan akun Instagram miliknya masih saling mengikuti dengan mantan kekasihnya sehingga menimbulkan dugaan perselingkuhan.
MFD juga memberikan klarifikasi terkait video yang disebut sebagai rekaman kekerasan terhadap istrinya dan beredar di masyarakat.
Menurutnya, luka pada tubuh istrinya bukan akibat pemukulan yang dilakukan secara sengaja. Ia mengklaim tindakan fisik tersebut terjadi secara spontan saat berusaha menenangkan istrinya yang sedang emosi.
"Banyak yang salah mengartikan video yang beredar. Sebenarnya bukan pemukulan, tetapi saya hanya mendorong secara spontan karena istri saya sudah mengamuk dan tidak terkendali," dalih MFD.
MFD juga mengatakan memar atau luka tersebut terjadi ketika dirinya berusaha menahan dorongan istrinya. Dalam situasi itu, ia mengaku tidak sengaja menarik kalung R hingga putus.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKUHP Terbaru Berlaku, Ditreskrimsus Polda Sultra Ingatkan Masyarakat Bijak Gunakan Medsos
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







