Aspal Jalan Sukadamai–Labokolo Lebih Tebal dari Kontrak, Ini Temuan Bupati Muna Barat

Sultranesia
2 Min Baca
Aspal Jalan Sukadamai–Labokolo Lebih Tebal dari Kontrak, Ini Temuan Bupati Muna Barat
Bupati Muna Barat La Ode Darwin saat meninjau langsung pekerjaan Jalan Sukadamai–Labokolo, Kecamatan Tiworo Tengah, Senin (21/9/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, turun langsung meninjau pekerjaan ruas Jalan Sukadamai–Labokolo, Kecamatan Tiworo Tengah, Senin (21/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai standar dan memberikan kualitas terbaik bagi masyarakat.

Ruas Jalan Sukadamai–Labokolo yang dikerjakan memiliki panjang 1,5 kilometer dengan anggaran sebesar Rp2.783.368.170. Proyek tersebut menggunakan material Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC).

Dari hasil pengecekan di lapangan, Darwin menyebut pekerjaan yang dilaksanakan penyedia sangat memuaskan. Ia bahkan menemukan ketebalan aspal di sejumlah titik mencapai 5 hingga 7 sentimeter, lebih tebal dari ketentuan kontrak yang menetapkan 4 sentimeter.

“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan di lapangan, pekerjaan yang dilakukan penyedia sangat memuaskan. Bahkan, pada sejumlah titik ditemukan ketebalan aspal mencapai 5 hingga 7 cm, sementara dalam kontrak ditetapkan 4 cm,” kata Darwin.

Menurutnya, pembangunan jalan tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan. Kualitas konstruksi harus menjadi perhatian agar jalan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Bagi saya, membangun jalan bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi bagaimana memastikan kualitasnya dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Darwin mengatakan Pemkab Muna Barat akan terus mendorong penggunaan material aspal berkualitas, khususnya AC-WC untuk ruas jalan utama yang dilalui masyarakat dan kendaraan berat.

“Ke depan kita akan terus mendorong penggunaan kualitas aspal terbaik, khususnya AC-WC untuk ruas jalan utama yang menjadi jalur masyarakat dan kendaraan berat,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur jalan harus berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk memperlancar mobilitas dan membuka akses ekonomi.

“Jalan yang baik adalah bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. Mobilitas menjadi lebih lancar, aktivitas ekonomi bergerak, dan akses masyarakat semakin terbuka,” tutur Darwin.

Darwin juga menekankan keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pembangunan kehilangan orientasi pada kualitas. Setiap belanja pembangunan, kata dia, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kita harus memastikan setiap rupiah APBD benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaJaelani Dorong UMKM Kayu Sultra Kantongi Sertifikat SVLK untuk Tembus Pasar Ekspor
Bagikan:

Baca Juga