Bawaslu Sultra Minta Masyarakat Berani Laporkan Praktek Politik Uang


Kendari - Bawaslu Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta masyarakat Bumi Anoa agar berani melaporkan prakter politik uang di wilayah mereka.
Hal itu disampaikan langsung Ketua Bawaslu Sultra Iwan Rompo Banne di Kendari, beberapa waktu lalu.
Iwan mengatakan, praktek politik uang saat ini tidak ada jalan keluarnya terkecuali dari masyarakat sendiri yang berinisiatif dan berani melaporkannya.
"Kalau soal politik uang, tidak ada jalan sebenarnya, cuma menurut kita (Bawaslu), masyarakat harus berani melaporkan," kata Iwan Rompo.
Menurutnya, apabila tak ada masyarakat yang berani melaporkan praktek politik uang maka kemungkinan terungkapnya money politic ini akan semakin sulit untuk diusut dan diungkap.
"Pengawas pemilu memiliki keterbatasan dalam hal-hal seperti itu, baik jumlah maupun kejadian, sehingga kalau mau ini diungkap cuma satu, kita semua harus berani melaporkan," ungkapnya.
Iwan menjelaskan meskipun tak ada laporan yang masuk, Bawaslu juga akan terus menindaklanjuti semua informasi yang didapatkan oleh tim di lapangan terkait dengan pelanggaran pilkada.
Akan tetapi, kata dia, pengungkapan praktek politik uang tersebut biasanya terkendala dengan ketersediaan bukti yang ada untuk menelusuri informasi itu apabila tidak ada yang berani untuk melaporkannya.
"Banyak yang disampaikan kemarin oleh kawan-kawan pers soal itu (politik uang), tapi kan ketika tidak ada buktinya terus bagaimana, sementara ini ada batas waktunya ditindaklanjuti, ada kadaluarsanya," ujar Iwan.
Menurut dia, ketika informasi yang diterima tanpa adanya laporan dari masyarakat itu terpaksa harus dihentikan karena terdapatnya batasan yang ada dalam proses yang dilalui.
"Atas nama hukum juga kita tidak bisa tindaklanjuti maka cuma satu jalannya begitu mengetahui hal itu, laporkan, minimal berani melaporkan ini," ujarnya.
Dia menyampaikan saat ini Bawaslu Sultra juga terus menggaungkan pengawasan partisipatif terhadap seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi tahapan penyelenggaraan Pilkada 2024.
Iwan juga meminta masyarakat apabila tidak berani untuk melaporkan pelanggaran itu, paling tidak masyarakat tidak menjadi pelaku dari praktek politik uang tersebut.
"Paling minimal kalau tidak berani lapor, jangan bagian dari pelaku itu, baik pelaku penyerangan maupun yang mengharapkan diserang," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKetagihan Judi Online, Pria di Kota Kendari Nekat Curi Motor
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







