Berkat Laporan Warga, Imigrasi Kendari Deportasi 4 WNA Bermasalah


Kendari – Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum membuahkan hasil nyata dalam pengawasan orang asing di Sulawesi Tenggara.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari secara resmi mendeportasi empat warga negara asing (WNA) berinisial WX, JS, SY, dan ZK, Selasa (25/5/2026), setelah terbukti melanggar aturan keimigrasian di wilayah Kabupaten Konawe.
Proses pemulangan paksa ini menjadi bukti komitmen Imigrasi Kendari dalam menegakkan kedaulatan hukum di wilayah kerja mereka sekaligus menjawab keresahan masyarakat.
Keberhasilan penindakan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang melaporkan keberadaan mencurigakan keempat WNA tersebut melalui media sosial resmi.
Laporan tersebut direspons cepat oleh petugas Imigrasi dengan melakukan pemeriksaan mendalam di lapangan.
Setelah melalui rangkaian prosedur hukum, keempat WNA tersebut terbukti melakukan pelanggaran izin tinggal dan aturan keimigrasian lainnya.
Tanpa menunggu lama, pihak Imigrasi segera mengambil tindakan administratif berupa deportasi melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, menegaskan deportasi ini adalah langkah krusial untuk memastikan ketertiban dan kepatuhan warga negara asing terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.
"Langkah ini kami lakukan untuk memastikan setiap warga negara asing yang berada di wilayah kerja kami mematuhi peraturan yang berlaku. Penegakan hukum akan terus kami lakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban," ujar Muhammad Novrian Jaya.
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang telah menjadi "mata dan telinga" bagi petugas di lapangan.
Menurutnya, partisipasi publik melalui kanal informasi digital sangat membantu mempercepat penanganan pelanggaran keimigrasian.
Ke depan, Imigrasi Kendari bertekad untuk tidak hanya mengandalkan pengawasan internal, tetapi juga terus mempererat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Fokus utama mereka adalah menciptakan ekosistem pengawasan keimigrasian yang efektif, terpadu, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Imigrasi Kendari kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas WNA yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Partisipasi warga merupakan kunci utama dalam menjaga kedaulatan wilayah dari segala bentuk pelanggaran keimigrasian.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPotensi Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Sultra, Berlaku hingga 9 Juni 2026
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







