Di Hadapan Ratusan Mahasiswa, Hugua Buka Rahasia 80 Persen Kunci Kesuksesan Bukan dari IQ


Kendari - Suasana Aula Bahtiar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendadak hening saat Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menyampaikan satu pernyataan yang menohok: “Hanya 20 persen kesuksesan ditentukan oleh pengetahuan, sedangkan 80 persen oleh kematangan diri.”
Pernyataan itu disampaikan dalam Seminar bertema Ruang Partisipasi Pemuda dalam Kebijakan Publik yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik FISIP UHO, Jumat (31/10).
Kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai program studi, para dosen, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kolaka Timur dan Konawe Selatan yang juga tampil sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Hugua tak sekadar berbicara teori kebijakan publik. Ia menggugah kesadaran intelektual mahasiswa dengan mengurai hubungan antara karakter, kecerdasan emosional, dan spiritual sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.
“Menurut Tony Robbins, hanya 20 persen kesuksesan ditentukan oleh pengetahuan, sedangkan 80 persen oleh kematangan diri. Jadi IPK 4,0 saja tidak cukup kalau tidak punya akal budi, tata krama, dan kearifan lokal,” tegasnya, disambut tepuk tangan panjang peserta seminar.
Hugua menilai bahwa kecerdasan akademik tanpa kematangan kepribadian hanya akan melahirkan generasi yang cerdas secara teknis tetapi kering secara moral.
Ia mencontohkan banyaknya pejabat dan intelektual yang gagal menjaga integritas karena tidak menyeimbangkan antara IQ, EQ, dan SQ.
“Pemuda saat ini bukan lagi hanya pewaris, tetapi pelaku utama dalam menentukan arah kebijakan publik. Mereka harus memahami proses kebijakan dari perumusan, pelaksanaan, hingga pengawasan agar kebijakan yang lahir benar-benar relevan dan berpihak pada masyarakat,” ujar Hugua dalam sesi berikutnya.
Wakil Gubernur yang dikenal sebagai figur progresif itu menekankan pentingnya memahami sejarah dan geopolitik lokal sebagai bagian dari kematangan berpikir.
Ia mengingatkan bahwa tanpa akar sejarah dan kesadaran sosial, pemuda akan mudah terjebak dalam pragmatisme politik dan kehilangan arah perjuangan.
“Kalau kita tidak mengerti masa lalu, kita tidak akan bijak. Tapi kalau kita memahami kompleksitas masa lalu, kita bisa menyederhanakannya melalui cara pandang hari ini, dan dari situ kita bisa merencanakan tindakan masa depan,” jelasnya.
Dalam forum yang dikemas dialogis itu, Hugua juga mengulas tiga sektor kunci yang menjadi tumpuan ekonomi Sulawesi Tenggara, yakni pertanian dalam arti luas, industri hilirisasi sumber daya alam, dan pariwisata.
Ia menilai ketiga sektor itu hanya akan berkembang jika dikelola oleh generasi muda yang kreatif dan berkarakter kuat.
“PDRB kita masih didominasi sektor pertanian, sementara tambang banyak menyumbang ke pendapatan pusat. Karena itu, generasi muda Sultra harus punya visi strategis untuk mengolah potensi lokal dan menciptakan nilai tambah dari sektor unggulan daerah,” ungkapnya.
Bagi Hugua, tantangan terbesar pemuda saat ini bukan lagi melawan penjajahan asing, melainkan melawan ketertinggalan dan sikap apatis terhadap bangsa sendiri.
Ia mengajak mahasiswa untuk kembali meneladani semangat Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, dan Proklamasi 1945 sebagai simbol keberanian kaum muda dalam memperjuangkan perubahan.
“Bayangkan di masa penjajahan dulu, kaum muda bisa bersatu menentang perpecahan yang ditanamkan penjajah. Hari ini, tantangan kita bukan lagi melawan penjajah asing, tapi melawan keterbelakangan dan sikap apatis terhadap bangsa sendiri,” tuturnya penuh penekanan.
Menutup paparannya, Hugua menegaskan bahwa generasi emas Indonesia 2045 tidak cukup hanya mengandalkan gelar akademik. Mereka harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter juara.
“Generasi emas itu bukan hanya cerdas, tapi juga punya visi juara, skill juara, perilaku juara, dan karakter juara. Itulah yang akan membawa bangsa ini menjadi kuat, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.
Seminar yang berlangsung selama dua jam itu menjadi refleksi mendalam bagi peserta. Dari sekadar forum akademik, kegiatan tersebut menjelma menjadi ruang kritik dan inspirasi tentang makna kepemimpinan muda yang berakar pada pengetahuan dan kebijaksanaan lokal.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKembalikan Formulir, Darwin Calon Tunggal Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







