Diduga Terima Suap, Eks Kajati Sultra Raimel Jesaja Dicopot dari Jabatanya di Kejagung


Kendari - Kejagung Republik Indonesia mencopot jabatan Raimel Jesaja dari Direktur Ekonomi dan Keuangan di Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).
Pencopotan Eks Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) itu terkait kasus suap. Raimel diduga menerima suap dari perusahaan tambang yang beroperasi di Bumi Anoa.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, membenarkan pencopotan itu.
Dia mengatakan, Raimel dicopot atas kasus yang menjeratnya ketika menjabat Sultra, dan bukan pada kasus saat dia menjabat sebagai Jamintel.
"Saya kira rekan-rekan media sudah paham kan, jadi bukan pada yang bersangkutan (Ramiel) menjabat Jamintel," kata Ketut kepada awak media di Gedung Kejaksaan Agung.
Tak hanya Raimel saja, ada dua jaksa lain yang juga terseret dalam kasus dugaan suap itu.
Bersama Raimel, kedua jaksa itu juga diduga turut menerima suap dari perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Sultra.
Ketut menegaskan, ketiga jaksa tersebut telah dilakukan pencopotan dari jabatannya masing-masing, dan akan dijatuhkan hukuman berat.
"Tiga orang dilakukan pencopotan jabatan dan jaksanya. Dua orang mendapatkan hukuman yang cukup berat, disiplin berat, satu orang hukuman sedang," tegasnya.
Diketahui, Raimel Jesaja menjabat sebagai Kajati Sultra sekitar satu tahun satu bulan.
Raimel dilantik sebagai Kejati Sultra pada 2 Maret 2022 yang menggantikan pejabat sebelumnya Sarjono Turin.
Selanjutnya, dia mendapat promosi sebagai Jamintel pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
Kurang lebih lima bulan menjabat sebagai Jamintel, dugaan kasus suap yang melibatkannya mencuat. Dia diduga menerima setoran dari perusahaan tambang PT Lawu Agung Mining, yang pemiliknya, yaitu Windu Aji Sutanto.
Windu juga sudah ditetapkan sebagai terasangka dalam kasus dugaan korupsi pertambangan di WIUP PT Antam di Blok Mandiodo, Konawe Utara.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaKejati Sultra Kembali Tetapkan Dua Tersangka Korupsi di IUP PT Antam Konut
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







