DPRD Kendari Hanya Rekomendasikan SP1 ke Michelin soal Skandal LC Berseragam SMA


Kendari - DPRD Kota Kendari dinilai tidak tegas dalam menyikapi skandal Michelin Kitchen Bar & Executive Karaoke yang menggunakan seragam SMA untuk pemandu lagu (LC)-nya.
Alih-alih memberikan sanksi tegas, DPRD hanya merekomendasikan pemberian Surat Peringatan 1 (SP1), keputusan yang dianggap terlalu lunak dan tidak memberikan efek jera.
Kasus ini menuai kecaman luas dari masyarakat yang menilai penggunaan seragam sekolah di tempat hiburan malam sebagai tindakan tidak pantas dan merusak moral. Namun, DPRD Kota Kendari justru terkesan enggan mengambil langkah tegas.
Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Jabar Al Jufri, saat memberi kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (17/2), menyatakan bahwa pihaknya mendesak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari untuk mengeluarkan SP1 kepada Michelin serta mengingatkan tempat hiburan malam lainnya agar tidak melakukan pelanggaran serupa.
“Mendesak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari untuk mengeluarkan SP1. Untuk seluruh THM, jangan lagi membikin pelanggaran serupa atau yang mirip-mirip seperti yang dilakukan Michelin,” tegas Jabar.
Selain itu, Jabar juga hanya meminta Asosiasi Rumah Makan, Refleksi, Bioskop, Karaoke, Warkop, dan Pub (Arokap) untuk menegur manajemen Michelin—langkah yang dinilai tidak memiliki dampak signifikan dalam memberikan efek jera.
“Menginstruksikan Michelin untuk membuat permohonan maaf secara terbuka karena ini merupakan pelanggaran yang dampaknya sangat luas. Dan secepatnya dilakukan,” tambahnya.
Padahal, Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Zulham Damu, dengan tegas menyatakan bahwa penggunaan seragam SMA, terutama yang memuat simbol negara seperti bendera merah putih, merupakan pelanggaran.
“Saya lihat ada simbol negara, bendera merah putih. Apapun alasan atau dalil yang kita gunakan, ini jelas melanggar. Kita tidak perlu bicara lebih lanjut, ini sudah sangat jelas,” ujarnya.
Zulham juga menilai kejadian ini sebagai bentuk penistaan terhadap institusi pendidikan dan menegaskan bahwa sanksi harus segera diterapkan.
“Ini sudah masuk dalam kategori penistaan,” tegasnya.
“Sanksi harus segera diterapkan, mengingat peristiwa ini telah viral hingga Jakarta dan menimbulkan kecaman publik,” tambahnya.
Zulham juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap tempat hiburan di Kendari agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Bayangkan, jika ini dikomersilkan, itu sangat salah,” pungkasnya.
Namun, meskipun ada pernyataan tegas dari salah satu anggota DPRD, keputusan akhirnya tetap hanya berupa SP1, yang dianggap tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaRaker Bersama Bulog, Distanak Sultra Dorong Percepatan Penyerapan Gabah Petani
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







