Dua Kecelakaan Beruntun di PT. IPIP Kolaka, Mahasiswa Desak Sanksi Tegas


Kendari - Dua insiden kecelakaan kerja beruntun yang terjadi di lingkungan PT. Indonesia Pomala Industri Park (PT. IPIP) di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka, memicu kemarahan publik.
Mahasiswa yang tergabung dalam Konsorsium Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Korum Sultra) turun ke jalan, Kamis (24/4), mendesak agar perusahaan tambang tersebut disanksi tegas oleh pemerintah.
Kecelakaan pertama terjadi pada Minggu (13/4), merenggut nyawa seorang pekerja. Hanya berselang dua hari, insiden serupa kembali terjadi di Jetty PT. IPIP pada Selasa (15/4), menyebabkan seorang pekerja mengalami luka-luka.
Rentetan kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar atas penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan tersebut.
Dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra dan dilanjutkan ke Gedung DPRD Sultra, massa aksi menuding PT. IPIP telah lalai menjalankan standar K3 yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
“Ini bukan sekadar kecelakaan kerja. Ini soal nyawa manusia. PT. IPIP harus disanksi tegas karena diduga mengabaikan K3,” tegas Alamsyah, Jenderal Lapangan Korum Sultra yang juga mantan Ketua Umum PMII Kota Kendari.
Massa menyesalkan sikap Disnakertrans Sultra yang dinilai tidak responsif. Kepala Disnakertrans Sultra, LM Ali Haswandy dan Kepala Binwasker K3, Asnia Nidi tidak berada di tempat saat aksi berlangsung. Massa hanya diterima oleh Kabid Hubungan Industrial, Irham.
“Kami mengapresiasi aspirasi ini. Tim teknis kami sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti kasus ini,” ujar Irham dalam audiensi bersama mahasiswa.
Tak puas, Korum Sultra kemudian bergerak ke DPRD Sultra. Mereka meminta agar lembaga legislatif segera memanggil manajemen PT. IPIP dan instansi terkait untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Menanggapi hal itu, Koordinator Komisi IV DPRD Sultra, Ismail, menyatakan akan mengagendakan RDP sesegera mungkin. “Anggota dewan saat ini berada di Kolaka. Namun, kami pastikan RDP akan digelar dalam waktu dekat,” ujar Ismail.
Alamsyah menegaskan bahwa Korum Sultra akan terus mengawal kasus ini. “Kami akan kembali turun ke jalan jika PT. IPIP tidak segera ditindak. Ini komitmen kami untuk menuntut keadilan atas kelalaian yang sudah memakan korban,” tutupnya.
Rentetan kecelakaan ini menjadi sinyal keras perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan K3 di sektor industri, khususnya pertambangan di Bumi Anoa.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaMuskomwil APEKSI VI Makassar, Siska Karina Imran Menang Tanpa Lawan
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







