Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya

Sultranesia
2 Min Baca
Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya
Petugas melayani pengisian BBM kendaraan di SPBU THR, Jalan Budi Utomo, Kota Kendari, Rabu (30/9/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Warga Kota Kendari, Atika Harli, geram setelah barcode kendaraan miliknya kembali digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi di SPBU THR di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Rabu (30/9/2026).

Kejadian itu diketahui Atika saat hendak mengisi BBM di SPBU Rabam di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia. Transaksinya ditolak karena sistem menunjukkan barcode kendaraannya telah digunakan di SPBU THR.

“Tadi itu mau isi bensin di SPBU lain, tapi sudah tidak bisa. Dia kasih lihat keterangan barcode mobilku sudah dipakai di SPBU THR,” kata Atika.

Atika kemudian mendatangi SPBU THR sekitar pukul 15.30 WITA untuk meminta penjelasan sekaligus mengetahui kendaraan yang menggunakan barcode miliknya.

Namun, Atika menolak tawaran petugas untuk langsung mengisikan BBM ke kendaraannya. Ia justru meminta pihak SPBU mencari kendaraan yang tercatat menggunakan barcode tersebut.

“Saya maunya dicarikan itu orang yang pakai barcodeku. Saya suruh mereka cari siapa yang diisikan mobilnya pakai barcodeku,” tegasnya.

Setelah rekaman CCTV diperiksa, pihak SPBU menemukan kendaraan yang diduga menggunakan barcode milik Atika. Namun, nomor pelat kendaraan dalam rekaman tersebut tidak terlihat jelas sehingga identitas kendaraan belum dapat dipastikan.

Atika mengaku kejadian serupa bukan kali pertama dialaminya. Pada 17 September 2026, barcode kendaraannya kembali tercatat digunakan di SPBU Anduonohu, Jalan Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, meski ia mengaku tidak pernah melakukan pengisian BBM di lokasi tersebut.

Sebelumnya, barcode kendaraannya juga disebut pernah tercatat digunakan di SPBU Tipulu. Saat itu, Atika hendak mengisi BBM di SPBU Teratai, tetapi mengetahui barcode kendaraannya telah digunakan di SPBU lain.

Rangkaian kejadian tersebut membuat Atika khawatir barcode kendaraannya diblokir karena sistem mencatat transaksi BBM subsidi yang tidak pernah dilakukannya.

Ia juga mempertanyakan proses verifikasi kendaraan saat barcode digunakan. Menurut Atika, petugas seharusnya mencocokkan kendaraan yang datang dengan data kendaraan yang muncul setelah barcode dipindai.

“Jangan mereka isikan kalau tidak sama pelat dan mobilnya yang datang mengisi,” tegas Atika.

Atika meminta pihak SPBU lebih teliti dalam memverifikasi kendaraan sebelum melayani pembelian BBM subsidi. Menurut dia, pencocokan data kendaraan penting untuk mencegah barcode milik konsumen kembali digunakan oleh pihak lain.

Keluhan tersebut kemudian disampaikan Atika melalui video yang diunggah ke media sosial. Dalam video itu, ia merekam situasi di SPBU THR dan menyampaikan kekecewaannya karena barcode kendaraannya kembali tercatat digunakan untuk transaksi BBM yang tidak dilakukannya.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaBupati Muna Barat Ajukan Revitalisasi Pelabuhan Pajala dan Subsidi Tondasi-Torobulu ke Kemenhub
Bagikan:

Baca Juga