Golkar Sulawesi Tenggara Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden


Kendari - Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, menegaskan dukungannya agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah presiden. Ia menilai pengaturan tersebut sudah tepat dan sesuai dengan sistem ketatanegaraan Indonesia.
Menurut Darwin, posisi Polri di bawah presiden merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional.
Dengan struktur tersebut, kata Darwin, koordinasi keamanan nasional dinilai dapat berjalan lebih efektif tanpa menimbulkan dualisme kewenangan.
"Polri berada di bawah presiden adalah amanat konstitusi. Ini penting untuk memastikan stabilitas nasional dan efektivitas koordinasi keamanan," kata Darwin dalam keterangannya, Rabu (28/1).
Bupati Muna Barat ini juga menekankan bahwa profesionalisme Polri tidak ditentukan oleh perubahan struktur kelembagaan, melainkan harus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, transparansi, serta akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Ia menambahkan, Golkar Sultra secara konsisten mendukung terwujudnya institusi Polri yang presisi, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat, dengan tetap berada dalam koridor konstitusi serta kepemimpinan nasional di bawah presiden.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak usulan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi III DPR RI.
Listyo menilai posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah presiden sudah sangat ideal. Dengan struktur tersebut, Polri dapat berfungsi optimal sebagai alat negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) maupun penegakan hukum.
Ia juga mengingatkan bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan “matahari kembar” dalam kekuasaan.
Bahkan, Listyo menegaskan akan menolak jika ditawari jabatan sebagai menteri kepolisian. Ia menyatakan lebih memilih menjadi petani daripada harus melihat Polri berada di bawah kementerian.
“Saya tegaskan di depan bapak dan ibu sekalian, saya menolak polisi di bawah kementerian. Meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara, dan melemahkan presiden,” kata Listyo.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDua TKA Diamankan Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan di PT IPIP Kolaka
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







