Gubernur ASR Desak Pembentukan Kodam di Sultra


Kendari - Sulawesi Tenggara (Sultra) adalah ladang emas yang berkilau, penuh dengan sumber daya alam berharga dan obyek vital strategis. Namun, di tengah kekayaan itu, pagar penjagaannya masih terlalu rapuh.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan bahwa daerah ini tak bisa lagi hanya mengandalkan satu batalyon infanteri untuk menjaga stabilitas keamanan.
“Kita melihat luas wilayah Sultra ini terdiri dari daratan dan kepulauan, yang ada di sini (Kendari) adalah Korem dengan kekuatan satu batalyon infanteri (725),” tegas ASR usai bertemu Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno, di Makorem 143/Halu Oleo, Selasa (11/3) lalu.
Bagi ASR, keamanan bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi soal seberapa cepat aparat bisa bergerak saat ancaman datang. Dengan kondisi saat ini, kata dia, mobilisasi pasukan ke daerah-daerah kepulauan seperti Wakatobi akan menjadi kendala besar jika terjadi gangguan keamanan.
“Kita ini cuma punya Yonif 725, kompinya ada di Kolaka dan Baubau, coba kalau terjadi sesuatu misalnya di Wakatobi atau daerah kepulauan, padahal dibutuhkan kecepatan, sarana kita tidak memungkinkan, maka memang ke depan kita butuh (penambahan satuan), semua harus terisi,” ujarnya.
ASR menyoroti betapa strategisnya posisi Sultra. Dengan kekayaan alam yang luar biasa dan obyek vital yang tersebar luas, keamanan tak boleh dibiarkan longgar.
“Selain itu juga, kepolisian hanya beberapa, jadi masih ada beberapa daerah yang tidak terkaver. Padahal, Sultra ini sumber daya alamnya luar biasa, obyek vital itu banyak di sini,” katanya.
Untuk itulah, Pemprov Sultra tak hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga siap turun tangan. ASR memastikan bahwa pihaknya akan menyiapkan lahan dan anggaran untuk mendukung rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di Bumi Anoa.
“Untuk mempercepat itu ya kami siapkan lahan. Saya sudah berbicara dengan Forkopimda dan yang lain bahwa sebenarnya anggarannya ada. Ke depan kita juga akan memberikan bantuan. Sasaran utama (penambahan satuan) adalah Kodim dan Polres, selanjutnya batalyon karena luas wilayah kita,” tambahnya.
Langkah ini tak sekadar strategi militer, tetapi juga komitmen menjaga rumah sendiri. Ketika sumber daya alam melimpah dan kepentingan negara begitu besar di Sultra, pertahanan tak boleh lemah. ASR menegaskan, sudah saatnya Bumi Anoa memiliki Kodam sendiri agar tak lagi bergantung pada Korem semata.
Dengan rencana TNI AD yang akan membentuk lima Kodam baru pada 2025 di Riau, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua Selatan, ASR berharap Sultra tak lagi sekadar menunggu. Keamanan adalah harga mati, dan pagar pelindungnya harus diperkuat sebelum ancaman benar-benar datang mengetuk.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPolsek Kontunaga Peduli! Takjil Gratis untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







