Gubernur Jatim Kunjungi Sultra: Bawa Misi Silaturahmi dan Kerjasama Antar Daerah


Kendari - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Sulawesi Tenggara pada Selasa (18/11). Kunjungan gubernur dua periode itu dilakukan dalam rangka silaturahmi dengan masyarakat Sulawesi Tenggara yang berasal dari Jawa Timur, sekaligus memperkuat hubungan pasar antar daerah.
Khofifah menekankan pentingnya penguatan jalur transportasi pangan dan kerja sama distribusi untuk memastikan pasokan antar daerah tetap stabil. Ia tidak datang sendiri. Setibanya di salah satu hotel di Kota Kendari, Khofifah didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman serta Kepala Kesbangpol Sultra Adrian Nursalam. Sejumlah pejabat lain seperti Dansat Brimob Polda Sultra dan Karo Pers Lanud Halu Oleo Kendari juga turut hadir.
Dalam lawatan tersebut, Khofifah membawa sejumlah kepala dinas, pengusaha, petani, hingga peternak sukses asal Jawa Timur. Mereka di antaranya Kepala Dinas Perindag Jatim Dr Iwan Kepala Dinas Koperasi Endi Alim Abdi Nusa, Kepala Dinas Peternakan Dr. Ir. Indyah Aryani MM, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Heru Suseno MT.
Puluhan pelaku usaha, BUMD, bank daerah, serta kelompok petani dan peternak unggulan dari Jawa Timur juga ikut serta dalam rombongan ini.
Kunjungan Khofifah dirangkaikan dengan pertemuan bersama pengurus Kadin Sulawesi Tenggara, serta silaturahmi dengan pengurus Muslimat NU Sultra. Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU periode 2025–2030, ia disambut hangat oleh keluarga besar Muslimat NU di daerah tersebut.
Ketua Panitia Forum Silaturahmi Masyarakat Jawa Timur di Sultra, Zainal Mustafa, menyampaikan harapannya atas kehadiran Khofifah. Ia menilai kehadiran gubernur Jatim dapat memberi semangat baru bagi warga Jawa Timur yang berdomisili di Sultra.
“Kami berharap beliau membawa pesan positif, inspiratif, dan mampu memotivasi keluarga besar Jawa Timur di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sultra Adrian Nursalam yang mewakili Gubernur Sultra Andi Sumange turut menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. Ia menyebut silaturahmi antara pemerintah, BUMD, serta pelaku usaha Jawa Timur dengan masyarakat Sulawesi Tenggara akan semakin mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin baik.
Adrian juga menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur Sultra tidak dapat hadir. Ia menjelaskan bahwa Sultra memiliki empat suku besar—Tolaki, Muna, Buton, dan Moronene—serta sekitar 400 paguyuban dari berbagai daerah di Nusantara yang hidup rukun dan terus bekerja sama dengan pemerintah.
Khofifah mengungkapkan bahwa pada Rabu (19/11), Pemprov Jatim dan Pemprov Sultra akan menggelar diskusi dalam rangka misi dagang. Diskusi tersebut akan menyoroti program-program utama Sulawesi Tenggara yang berkaitan dengan agenda pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan kerja sama Jatim–Sultra akan difokuskan pada sektor pendidikan, pertanian, dan peternakan.
“Dengan kolaborasi yang terstruktur dan bersinergi antara pemerintah serta masyarakat di Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur, kita berharap bisa mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan sektor pendidikan dan perekonomian,” ujar Khofifah.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaVonis Ringan Owner Saraskin, Ampuh Desak KY Periksa Hakim yang Putuskan Perkara
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







