Gubernur Sultra Minta Perusahaan Bayar THR Paling Lambat H-7 Lebaran


Kendari - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menginstruksikan seluruh perusahaan di wilayahnya agar membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan dan Bonus Hari Raya (BHR) tahun 2026 secara penuh dan tepat waktu.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/38 Tahun 2026. Dalam edaran itu ditegaskan bahwa pengusaha wajib membayarkan THR kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Pemberian THR ini merupakan upaya memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam menyambut hari raya. Kami meminta seluruh perusahaan mematuhi ketentuan ini sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Andi, Kamis (12/3) dilansir dari Antarasultra.
Dalam aturan tersebut dijelaskan, pekerja yang telah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan upah.
Sementara pekerja dengan masa kerja satu bulan hingga kurang dari 12 bulan tetap mendapatkan THR yang dihitung secara proporsional sesuai masa kerjanya.
Selain itu, pemerintah provinsi juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/37 Tahun 2026 yang mengimbau perusahaan aplikasi transportasi daring dan perusahaan logistik untuk memberikan Bonus Hari Raya kepada para pengemudi ojek online dan kurir.
Menurut Andi Sumangerukka, pemberian bonus bagi mitra pengemudi merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada para pekerja yang berkontribusi dalam operasional layanan digital.
“Kami mengimbau perusahaan aplikasi di Sultra agar memberikan bonus kepada pengemudi dan kurir online sebagai bentuk perhatian sekaligus mendorong peningkatan produktivitas,” ujarnya.
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan, Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi membuka Posko Satuan Tugas Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum THR Keagamaan 2026.
Posko tersebut mulai beroperasi sejak 2 Maret hingga 27 Maret 2026. Posko ini disiapkan untuk menerima konsultasi maupun pengaduan terkait pembayaran THR dan BHR.
Gubernur juga meminta bupati dan wali kota di seluruh wilayah Sultra ikut mengawasi pelaksanaan pembayaran THR di daerah masing-masing.
Ia menegaskan perusahaan wajib memenuhi kewajiban tersebut tanpa mencicil pembayaran.
“Kami instruksikan dinas terkait untuk memantau pelaksanaan surat edaran ini agar hak pekerja terpenuhi dan kesejahteraan tenaga kerja di Sulawesi Tenggara tetap terjaga," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPolisi Geledah Kantor Travel PT Tajak Ramadhan Group di Kendari
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







