Hasil Pemantauan Kemenag Sultra di Kolaka: Hilal Tak Terlihat


Kolaka - Hasil pemantauan hilal awal Syawal 1447 Hijriah di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan hilal tidak terlihat. Rukyatul hilal yang dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra di Pantai Bahari, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Kamis (19/3), tidak membuahkan hasil.
Pengamatan dipimpin Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sultra, Jumaing, bersama tim rukyat.
Dijelaskan, berdasarkan data astronomi, posisi hilal berada di ketinggian minus 1,650 derajat dengan umur bulan minus 8 jam 41 menit. Elongasi tercatat 4,47 derajat, sementara lama hilal (lag) sekitar 8,90 menit.
Secara perhitungan, posisi bulan masih berada di bawah ufuk dan berada di sebelah utara matahari. Kondisi ini membuat hilal secara teori belum memungkinkan untuk terlihat.
“Dengan kondisi tersebut, hilal tidak memungkinkan untuk terlihat,” demikian pernyataan resmi Kemenag Sultra.
Selain faktor astronomis, cuaca di lokasi pengamatan juga kurang mendukung. Langit di sekitar ufuk dilaporkan mendung hingga berawan sebagian, sehingga memperkecil peluang visibilitas hilal.
Proses rukyat ini turut disaksikan panitera Pengadilan Agama Kolaka, Sofian, sebagai bagian dari prosedur resmi penentuan awal bulan Hijriah.
Hasil pemantauan dari Kolaka dan sejumlah daerah lain di Indonesia akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat Kementerian Agama RI.
Keputusan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah secara nasional masih menunggu hasil sidang tersebut.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPBNU Prediksi Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh pada Sabtu 21 Maret, Ini Penjelasannya
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







