Ini Lima Perusahaan Tambang di Sultra Paling Taat Bayar Pajak ke Daerah


Kendari - PT Vale Indonesia Tbk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menempati posisi teratas sebagai perusahaan tambang dengan tingkat kepatuhan pajak tertinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Triwulan I 2026. Penilaian tersebut dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sultra berdasarkan tingkat kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.
Keberhasilan PT Vale IGP Pomalaa yang tengah mengembangkan proyek strategis pengolahan nikel di Kabupaten Kolaka itu dinilai menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap kepatuhan perpajakan sekaligus berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sultra.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Sultra, Laode Mahbub, mengungkapkan bahwa dari banyaknya perusahaan tambang yang beroperasi di Sultra, hanya sebagian yang tercatat disiplin dan kooperatif dalam memenuhi kewajiban pajak.
"Banyak perusahaan yang tidak taat pajak. Hanya beberapa yang tercatat kooperatif dan patuh memenuhi kewajiban pajak ke daerah," ujar Laode dikutip dari laman Lajurco, Senin (29/6).
Berdasarkan hasil penilaian Bapenda, PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa melalui kontraktor mining-nya, PT Pama, berada di peringkat pertama. Posisi kedua ditempati PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang beroperasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.
Sementara itu, PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) yang beroperasi di Kabupaten Kolaka berada di posisi ketiga, disusul PT Satria Jaya Sultra (SJS) di peringkat keempat, dan PT Ifishdeco Tbk melengkapi daftar lima besar perusahaan tambang paling taat pajak di Sultra.
Laode menjelaskan, penilaian kepatuhan dilakukan berdasarkan kedisiplinan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban pajak setelah besaran pajak ditetapkan Bapenda. Perusahaan yang langsung memenuhi kewajibannya tanpa berupaya menghindari pembayaran dinilai memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi.
Di sektor pertambangan, terdapat sejumlah objek pajak daerah yang menjadi fokus pengawasan Bapenda, di antaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Air Permukaan (PAP), dan Pajak Alat Berat (PAB). Ketiga jenis pajak tersebut berkaitan erat dengan aktivitas operasional perusahaan tambang.
Menurut Laode, optimalisasi penerimaan dari sektor pertambangan menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan PAD sekaligus memastikan seluruh perusahaan menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan.
Bapenda juga terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada seluruh perusahaan tambang agar semakin memahami kewajiban perpajakan, terutama setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) yang menggantikan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah.
Laode mengakui masih ada perusahaan yang belum patuh, salah satunya karena belum memahami perubahan regulasi tersebut. Karena itu, sosialisasi terus dilakukan agar pelaku usaha dapat memenuhi kewajiban perpajakan sesuai aturan yang berlaku.
Secara khusus, ia menilai PT Vale IGP Pomalaa sebagai perusahaan yang paling responsif dalam membangun komunikasi dengan Bapenda terkait pemenuhan kewajiban pajak.
"PT Vale itu memang lebih eksis menanggapi kewajiban mereka," kata Laode.
Menurutnya, komunikasi yang baik membuat proses konsultasi, koordinasi, dan penyelesaian kewajiban perpajakan berjalan lebih efektif.
Bapenda berharap tingkat kepatuhan yang ditunjukkan lima perusahaan tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan tambang lainnya dalam memenuhi kewajiban pajak daerah dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD Sulawesi Tenggara.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKejati Didesak Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Stadion Mini Konasara
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







