Jaga Kepercayaan Orang Tua, SPPG Lawa Muna Barat Perketat Pengawasan Makanan Bergizi Gratis

Sultranesia
2 Min Baca
Jaga Kepercayaan Orang Tua, SPPG Lawa Muna Barat Perketat Pengawasan Makanan Bergizi Gratis
Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, yang menjadi fasilitas pendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa. Foto: Dok. Istimewa

Muna Barat – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, menyiapkan langkah perbaikan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyediakan menu cadangan di sekolah dan memperketat pengawasan kualitas makanan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan siswa tetap mendapatkan makanan yang layak dan higienis ketika ditemukan porsi yang dinilai kurang memenuhi standar. SPPG Lawa juga membuka ruang bagi orang tua dan masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait pelaksanaan program tersebut.

Kepala SPPG Lawa, Wasir Mahfuz, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan MBG. Setiap masukan, menurutnya, menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan para orang tua siswa atas masukan serta keluhan yang disampaikan,” ujar Wasir, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, tim di lapangan langsung mengganti makanan ketika menerima laporan mengenai porsi yang dianggap kurang layak. Ketersediaan menu cadangan di sekolah disiapkan agar penggantian dapat dilakukan tanpa membuat siswa kehilangan hak memperoleh makanan bergizi.

“Apabila ada porsi makanan yang dianggap kurang higienis oleh siswa atau guru, bisa langsung ditukar saat itu juga,” katanya.

Selain penanganan laporan, SPPG Lawa berkomitmen memperkuat kontrol kualitas pada seluruh proses pelayanan. Pengawasan dilakukan mulai dari pemilahan bahan baku, pengolahan makanan, pengemasan dalam wadah, hingga pendistribusian ke sekolah.

Upaya tersebut menjadi perhatian penting setelah muncul keluhan mengenai temuan rambut pada makanan dan lipan dalam wadah MBG. Wasir menyebut temuan lipan itu terjadi sekitar empat bulan lalu, tetapi pihaknya belum dapat memastikan sumber serangga tersebut.

Menurutnya, saat ditemukan, wadah makanan sudah terbuka di ruang kelas dan lipan masih dalam keadaan hidup. Karena itu, ia mengatakan asal serangga tersebut belum bisa dipastikan berasal dari dapur SPPG atau lingkungan sekolah.

Meski demikian, Wasir menegaskan penanganan keluhan tetap menjadi prioritas tanpa harus menunggu kepastian mengenai asal temuan.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kenyamanan siswa,” tegasnya.

SPPG Lawa menyatakan terbuka terhadap kritik dan saran masyarakat untuk mendorong perbaikan berkelanjutan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan orang tua sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG bagi siswa di Muna Barat.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaWakapolri Cek Polresta Kendari, Ini yang Ditemukan dalam Penerapan KUHAP Baru
Bagikan:

Baca Juga