Kadis Dikbud Bantah Pernyataan Wagub soal Sultra Dapat Rp 500 M untuk Revitalisasi Sekolah


Kendari - Pernyataan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir Hugua, yang menyebut daerah tersebut mendapat anggaran Rp 500 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk program revitalisasi sekolah dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Aris Badara.
Sebelumnya, Hugua menyampaikan bahwa alokasi anggaran revitalisasi sekolah untuk Sultra pada 2026 meningkat dari sekitar Rp300 miliar menjadi Rp500 miliar.
"Tahun lalu Sultra memperoleh anggaran revitalisasi sekolah kurang lebih Rp300 miliar. Tahun ini meningkat menjadi sekitar Rp500 miliar. Ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah," ujar Hugua, Senin (20/7/2026), dikutip dari Suarasulsel.id.
Menurut Hugua, Program Revitalisasi Sekolah merupakan salah satu program strategis nasional di sektor pendidikan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, selain Program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan, kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Sultra beberapa hari lalu juga bertujuan memastikan berbagai program prioritas nasional dapat menjangkau seluruh wilayah hingga pelosok daerah.
"Salah satunya kunjungan Wamendikdasmen ke wilayah Sultra beberapa hari yang lalu bertujuan untuk memastikan berbagai program prioritas nasional benar-benar menjangkau daerah hingga ke pelosok," katanya.
Hugua menegaskan, tambahan anggaran tersebut harus dibarengi dengan kesiapan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan, melakukan pengawasan, serta memastikan pelaksanaan program tepat sasaran.
"Manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengakui kemampuan fiskal daerah yang terbatas membuat pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan pendanaan.
"Kita tidak bisa hanya menunggu. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, seluruh perangkat daerah harus memiliki semangat jemput bola. Kepala OPD harus aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga agar semakin banyak dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dibawa ke Sultra," katanya.
Namun, saat dikonfirmasi pada Kamis (23/7) sore, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Aris Badara, membantah adanya alokasi anggaran Rp500 miliar sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur.
"Tidak benar," kata Aris singkat melalui pesan WhatsApp.
Aris menegaskan, program revitalisasi sekolah yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra telah berjalan sesuai rencana.
"Tahun ini kegiatan sudah jalan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa anggaran revitalisasi sekolah tidak dikelola melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, melainkan disalurkan langsung oleh Kementerian Pendidikan ke masing-masing sekolah.
"Anggaran revitalisasi itu dari kementerian langsung ke sekolah," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaWali Kota Kendari: Pemberantasan Narkoba Butuh Sinergi Semua Pihak
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







