Kapolres Buton: Penikaman Aiptu Fajar Bukan Aksi Spontan, Ini Motifnya


Buton - Kepolisian Resor (Polres) Buton resmi menetapkan F (22) sebagai tersangka dalam kasus penikaman yang menewaskan Aiptu Anumerta Fajar Iwu. Fakta terbaru mengungkap bahwa insiden berdarah itu bukanlah aksi spontan, melainkan buntut dari dendam pribadi.
Hal tersebut disampaikan langsung Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, dalam konferensi pers yang digelar di Aula Endra Dharmalaksana, Polres Buton, pada Sabtu (19/4).
“Saudara F ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penikaman anggota Polres Buton,” tegas AKBP Ali Rais.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa motif di balik penikaman adalah dendam lama antara F dan R, pemuda yang sebelumnya terlibat dalam pemicu bentrok antarwarga Desa Ambuau Togo dan Desa Karya Jaya. Namun, aksi balas dendam itu ternyata salah sasaran.
“Sebenarnya, target penikaman adalah ayah dari saudara R. Tapi yang menjadi korban justru Aiptu Fajar yang saat itu tengah bertugas mengamankan situasi. Ini salah sasaran,” jelas Ali Rais.
Meski mengaku tak tahu korban adalah anggota polisi, F tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk menjaga keamanan dan kelancaran penyidikan, tersangka kini telah dipindahkan ke Rumah Tahanan Polda Sultra.
“Dia tidak ditangkap di rumah atau di persembunyian. Berdasarkan informasi saksi kunci yang melihat langsung aksi penikaman, tersangka kemudian dihubungi dan datang sendiri ke Polsek Ambuau Indah untuk menjalani pemeriksaan awal,” beber Kapolres.
AKBP Ali Rais juga menegaskan bahwa F awalnya dipanggil sebagai saksi dalam insiden yang terjadi saat acara joged di Desa Ambuau Togo, Kecamatan Lasalimu Selatan. Namun setelah dilakukan pendalaman, perannya dalam penikaman Aiptu Fajar Iwu terungkap.
“Perlu kami sampaikan bahwa ada dua kasus terpisah. Yang pertama, penikaman terhadap warga sipil. Yang kedua, penikaman terhadap anggota Polri. Dan dalam dua kejadian itu, tersangka F memiliki keterlibatan langsung,” ungkap mantan Koorspripim Polda Sultra tersebut.
Dari hasil penyelidikan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebilah parang bermata besi berwarna hitam dengan gagang kayu coklat, yang digunakan tersangka dalam aksi penikaman.
Tersangka F dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan atau Pasal 355 ayat (2), lebih subsider Pasal 354 ayat (2), lebih subsider Pasal 353 ayat (3), lebih subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian.
Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan tegas, sebagai bentuk penghormatan atas gugurnya Aiptu Fajar Iwu dalam tugas menjaga keamanan masyarakat.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaOknum Pensiunan TNI Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Konawe
Baca Juga
4,7 Kilogram Sabu Masuk Kendari dari Medan, Dua Orang Ditangkap
Kendari – Polresta Kendari mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 4,7 kilogram yang diduga berasal dari jaringan Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka…
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Lapor Sejak 2024, Kasus Pembakaran Sarang Walet Rp200 Juta di Kendari Tak Kunjung Jelas
Kendari – Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Tasmin di Kota Kendari dipertanyakan. Hampir dua tahun sejak dilaporkan ke Polsek Poasia, perkara yang ditaksir menyebabkan kerugian…
Polisi Tangkap Pria di Kendari, Sembunyikan Hampir 1 Kg Sabu dalam Tas Hello Kitty
Kendari – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Seorang pria berinisial TS (32) ditangkap dengan barang bukti 20 paket…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…
108 Gram Sabu Disita Polres Kolaka, Sejumlah Tersangka Ternyata Residivis
Kolaka – Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyita 108 gram narkotika jenis sabu dari pengungkapan enam perkara tindak pidana narkotika pada Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, sejumlah tersangka yang…







