Kapolres Konawe Utara Dilaporkan ke Mabes Polri


Kendari - Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara Jakarta (Persama Sultra-Jakarta) secara resmi melaporkan Kapolres Konawe Utara ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Jumat (9/1).
Laporan tersebut terkait dugaan pembiaran dan kelalaian dalam pencegahan serta penindakan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan lindung Kabupaten Konawe Utara.
Persama Sultra-Jakarta menilai aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung Konawe Utara telah berlangsung cukup lama dan melibatkan sejumlah perusahaan.
Kegiatan tersebut terjadi secara terbuka di wilayah hukum Polres Konawe Utara, namun dinilai tidak diiringi dengan langkah pencegahan dan penegakan hukum yang tegas dari aparat setempat.
Ketua Umum Persama Sultra-Jakarta, Nabil Dean, menegaskan bahwa Kapolres Konawe Utara memiliki tanggung jawab penuh dalam memastikan penegakan hukum serta perlindungan lingkungan hidup di wilayah yang dipimpinnya.
“Kami mempertanyakan apa yang telah dilakukan Kapolres Konawe Utara selama ini. Aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung bukanlah hal baru. Ini terjadi secara terbuka dan berlangsung lama, tetapi tidak terlihat adanya tindakan nyata dalam bentuk pencegahan maupun penindakan,” ujar Nabil Dean.
Ia juga menyoroti fakta bahwa penyegelan dan penertiban lokasi tambang justru dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Menurutnya, keberadaan Satgas PKH tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menutupi lemahnya peran aparat penegak hukum di daerah.
"Jangan jadikan Satgas PKH sebagai tameng. Kewenangan dan tanggung jawab penegakan hukum di Konawe Utara ada pada aparat wilayah setempat. Seharusnya tindakan sudah dilakukan jauh sebelum Satgas PKH turun ke lapangan, jika memang serius melindungi lingkungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nabil menilai kehadiran Satgas PKH justru memperlihatkan lemahnya fungsi pengawasan dan penegakan hukum oleh Polres Konawe Utara. Kondisi tersebut, kata dia, berdampak langsung pada kerusakan kawasan hutan lindung yang semakin meluas.
“Jika aparat wilayah bekerja sejak awal, kerusakan hutan lindung tidak akan separah sekarang. Yang terlihat justru Satgas PKH yang menunjukkan ketegasan, sementara aparat di wilayah hukum terkesan diam,” lanjutnya.
Melalui laporan ini, Persama Sultra-Jakarta mendesak Kapolri untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres Konawe Utara. Mereka meminta Mabes Polri menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, perwakilan Divisi Humas Mabes Polri membenarkan bahwa laporan dari Persama Sultra-Jakarta telah diterima secara resmi. Mabes Polri memastikan laporan tersebut akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
“Laporan sudah kami terima dan akan diteruskan ke Polda Sulawesi Tenggara untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujar perwakilan Divisi Humas Mabes Polri.
Persama Sultra-Jakarta menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum serta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti lalai maupun terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan lindung Konawe Utara.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaDansat Brimob Polda Sulawesi Tenggara Resmi Berganti
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







