Kebun Raya Kendari Mulai Dilirik Investor, Pemkot Siapkan Skema Kerja Sama

Sultranesia
2 Min Baca
Kebun Raya Kendari Mulai Dilirik Investor, Pemkot Siapkan Skema Kerja Sama
Rencana pengembangan Kebun Raya Kendari dibahas dalam pertemuan yang dihadiri Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Ketua DPRD Kota Kendari LM Inarto, Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta pihak PT Jala Energy, Minggu (9/8/2026). Foto: Dok. Pemkot

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari membuka peluang pengembangan Kebun Raya Kendari melalui skema kerja sama dengan badan usaha. Kawasan konservasi dan edukasi tersebut diarahkan untuk dikembangkan menjadi destinasi yang memadukan fungsi wisata, pendidikan, penelitian, konservasi, dan ekonomi.

Rencana pengembangan Kebun Raya Kendari dibahas dalam pertemuan yang dihadiri Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Ketua DPRD Kota Kendari LM Inarto, Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta pihak PT Jala Energy, Minggu (9/8/2026).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, rencana kerja sama tersebut harus memiliki arah dan target yang jelas. Menurutnya, pemerintah tidak ingin pembahasan investasi hanya berhenti pada tahap presentasi tanpa dilanjutkan dengan keputusan dan pekerjaan yang terukur.

"Kita tidak menginginkan hanya sekadar ekspos biasa. Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus memutuskan apakah kerja sama KPBU ini akan dilanjutkan," ujar Siska.

Ia menjelaskan, Pemkot Kendari terlebih dahulu akan memastikan kesiapan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), termasuk aspek administrasi, hukum, hingga mekanisme pelaksanaannya.

Pemerintah juga akan menyusun timeline pembangunan agar setiap pihak memiliki gambaran mengenai tahapan pekerjaan serta target yang harus dicapai, baik pada akhir 2026 maupun dalam pengembangan tahap berikutnya.

Dalam rencana pengembangan tersebut, Siska menekankan pentingnya mempertahankan identitas Kebun Raya Kendari. Fasilitas dan koleksi tanaman yang telah ada tidak boleh hilang akibat pembangunan fasilitas baru.

"Kita ingin ditransformasi menjadi lebih baik tanpa menghilangkan identitas Kebun Raya itu sendiri," tegasnya.

Menurut Siska, Kebun Raya Kendari memiliki potensi besar karena menyimpan kekayaan flora dan ekosistem yang dapat menjadi daya tarik wisata Kota Kendari.

Pengembangan kawasan tersebut juga dinilai dapat membuka peluang bagi sektor pendidikan, penelitian, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Sementara itu, pihak PT Jala Energy melalui juru bicaranya, Adam, menyampaikan bahwa konsep pengembangan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Kawasan Kebun Raya Kendari diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam dan budaya Sulawesi Tenggara.

Pengembangan akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada pengenalan dan eksplorasi potensi yang telah dimiliki Kebun Raya Kendari. Selanjutnya, daya tarik kawasan akan diperluas hingga berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi.

Dalam jangka panjang, pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan kekayaan alam serta spesies endemik Sulawesi kepada masyarakat yang lebih luas.

Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterikatan masyarakat dengan kawasan konservasi. Semakin dikenal dan dimanfaatkan secara positif, kawasan tersebut diharapkan semakin dihargai dan dijaga bersama.

Ketua DPRD Kota Kendari LM Inarto menyambut baik rencana pengembangan Kebun Raya Kendari. Namun, ia mengingatkan agar setiap rencana investasi tetap memperhatikan aspek hukum, kelestarian lingkungan, serta keterlibatan masyarakat lokal.

Menurutnya, investasi di kawasan tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja dan menciptakan aktivitas ekonomi baru tanpa mengorbankan fungsi kawasan hijau.

Pemkot Kendari selanjutnya akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait untuk memastikan konsep, skema kerja sama, aspek legalitas, serta tahapan pengembangan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Bagi Pemkot Kendari, pengembangan Kebun Raya bukan sekadar menghadirkan destinasi wisata baru. Lebih dari itu, proyek tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan aset daerah dengan tetap mempertahankan fungsi konservasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi, pendidikan, dan penelitian bagi masyarakat.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaMasyarakat Lingkar Tambang Kepung Kantor PT Antam UPBN Konut, Sampaikan 8 Tuntutan
Bagikan:

Baca Juga