Kejagung Sebut PT TMS Kooperatif soal Lahan Tambang yang Disegel Satgas PKH


Kendari - Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Anang Supriatna, menyatakan bahwa PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) bersikap kooperatif terkait penanganan lahan tambang perusahaan tersebut yang disegel Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Diketahui sebelumnya, area tambang seluas 172,82 hektare milik PT TMS di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, disegel Satgas PKH karena beroperasi tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
Penyegelan dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap aktivitas tambang yang memasuki kawasan hutan secara ilegal.
Anang menjelaskan bahwa tindakan Satgas PKH masih berada pada tahap preventif dengan mengedepankan sanksi administratif berupa denda.
Satgas PKH sendiri, kata dia, terdiri dari unsur TNI, Polri, hingga BPKP yang bekerja dalam penertiban kawasan hutan di berbagai daerah.
“Perlu dipahami, kegiatan ini dilakukan Satgas PKH. Untuk tahap sekarang, tindakan masih bersifat preventif dan mengutamakan sanksi administratif denda," ujar Anang di Kendari, Senin (8/11).
"Memang ada penyegelan, tetapi bukan perusahaan secara keseluruhan. Operasional PT-nya tetap berjalan, namun area bukaan tambang yang memasuki wilayah hutan tanpa IPPKH itulah yang disegel,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa PT TMS, salah satu perusahaan yang lahannya disegel Satgas PKH beberapa waktu lalu tetap menunjukkan sikap kooperatif selama proses berlangsung.
“Sampai saat ini PT TMS kooperatif terkait administrasi denda. Jika nanti tidak kooperatif, tentu akan ditingkatkan. Namun sementara ini semua masih pada tahap sanksi denda,” jelasnya.
Namun demikian, Anang tak menyebut secara gamblang berapa denda yang dikenakan kepada PT TMS. "Kalau itu ada hitungannya, sesuai ketentuannya," ujarnya.
Anang menambahkan, bukan hanya PT TMS yang terlibat dalam penanganan Satgas PKH di wilayah tersebut.
“Tidak hanya TMS, ada beberapa perusahaan lain. Kurang lebih sudah lebih dari lima perusahaan yang diklarifikasi,” tandasnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaKlarifikasi Resmi Gubernur Sultra soal Pembukaan Lahan Mangrove untuk Rumah Pribadi
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







