Kejati Sultra Sita Uang Rp 79 M Hasil Korupsi Pertambangan di Blok Mandiodo


Kendari - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyita uang sebesar Rp 79 miliar hasil korupsi pertambangan di wilayah IUP PT Antam di Blok Mandiodo, Konawe Utara.
Uang tersebut disita dari sejumlah rekening pemilik perusahaan yang terlibat dalam pertambangan ilegal di Blok Mandiodo.
Uang yang disita Kejati terdiri dari beberapa pecahan, pecahan rupiah sebanyak Rp 59,275.226, mata uang Dollar Singapura sebesar SGD 1.350.000 atau setara Rp 15. 273.900.000 dan mata uang Dollar Amerika sebesar USD 296.700 atau setara Rp 4.539.510.000.
"Ini hasil pertambangan ore nikel di Blok Mandiodo Konawe Utara, hasil penyitaan dari beberapa orang dengan jumlah keseluruhan Rp 79.088.636.828 dengan berupa mata uang rupiah, dolar Singapura dan dolar Amerika," kata Kejati Sultra, Patris Yusrian Jaya, dalam konfrensi pers, Kamis (24/8).
Patris menjelaskan bahwa penyitaan tersebut adalah bentuk pertanggung jawaban kepada negara untuk disampaikan kepada masyarakat.
"Ini kami sampaikan bahwa sebagai bentuk pertanggung jawab kami selama melakukan penyidikan kasus tersebut dan menetapkan tersangka," ucapnya.
Patris menegaskan akan terus melakukan penyidikan terkait kasus korupsi berjamaah di sektor pertambangan di Blok Mandiodo.
"Penyidik masih mencari aset-aset para tersangka yang masih berkaitan dengan tindakan korupsi ini dan juga akan menerapkan tindak pidana pencucian uang kepada beberapa tersangka yang kami anggap memenuhi alat bukti untuk diproses," pungkasnya
Laporan: Rijal
Berita BerikutnyaBasarnas Susun Rencana Kontingensi Kecelakaan Kapal di Perairan Toronipa
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







