Ketua DPRD Sultra Dukung Percepatan Pengesahan UU Perampasan Aset

Sultranesia
2 Min Baca
Ketua DPRD Sultra Dukung Percepatan Pengesahan UU Perampasan Aset
Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala bersama Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Widjanarko duduk di aspal mendengarkan aspirasi mahasiswa di depan Kantor DPRD Sultra, Kendari, Senin (1/8). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dan masyarakat di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Senin (1/8), sempat memanas.

Massa menuntut percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sekaligus menyoroti kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI.

Ketegangan berhasil diredam setelah Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala; Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Widjanarko; dan Danrem 143/HO, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, turun langsung menemui massa di depan gedung DPRD. Kehadiran mereka membuka ruang dialog dan mencegah potensi bentrokan.

Massa menyambut dengan sorak-sorai dan tepuk tangan saat para pimpinan duduk di aspal untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Sultra menegaskan komitmennya memperjuangkan tuntutan mahasiswa.

“Kami berkomitmen penuh atas nama lembaga DPRD Provinsi Sultra. Kami siap berjuang bersama masyarakat dan teman-teman mahasiswa,” tegas La Ode Tariala.

La Ode Tariala menambahkan, jika tuntutan tersebut tidak diperjuangkan, dirinya bersama seluruh anggota DPRD siap mundur.

“Saya atas nama pimpinan DPRD Provinsi Sultra dan seluruh anggota yang hadir pada kesempatan ini, apabila kami tidak memperjuangkan ini, kami siap mundur. Jangankan menjadi ketua, jadi anggotapun kami siap mundur,” ucapnya.

Mahasiswa juga menuntut agar pihak kepolisian tidak melakukan kekerasan dan menindak tegas oknum yang menabrak Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, dengan kendaraan taktis Brimob Polri saat aksi di Jakarta.

Sebelumnya, Kapolda Sultra menegaskan komitmennya menjaga situasi tetap kondusif dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

“Saya akan berikan yang terbaik kepada masyarakat dan selalu mengarahkan anggota saya untuk bersikap humanis. Inshaa Allah kami akan berikan perlindungan terbaik untuk teman-teman,” ujarnya.

Kapolda juga menegaskan siap bertanggung jawab jika ada pelanggaran dari jajarannya.

“Kalau itu tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan, saya siap dicopot dari jabatan saya,” tegasnya.

Aksi yang awalnya berpotensi ricuh itu akhirnya berlangsung damai, berkat keberanian Ketua DPRD dan Kapolda Sultra turun langsung membuka ruang dialog di tengah teriknya matahari, memastikan aspirasi mahasiswa didengar dan ditindaklanjuti.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaLBH HAMI Sultra Ingatkan Pendemo: Waspada Provokasi, Jangan Terjebak Anarkis
Bagikan:

Baca Juga