KPU Klaim Dalil Pemohon Spekulatif dalam Sengketa Pilkada Kendari 2024


Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari melalui kuasa hukumnya, La Ode Muhram, menyebut dalil yang diajukan Pemohon dalam perkara sengketa hasil Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari Tahun 2024 sebagai spekulatif.
Hal itu disampaikan dalam sidang lanjutan Mahkamah Konstitusi (MK) yang digelar pada Jumat (24/1).
Sidang ini beragendakan mendengarkan jawaban Termohon serta keterangan Pihak Terkait dan Bawaslu. La Ode Muhram menjelaskan bahwa dugaan pelanggaran yang diajukan Pemohon tidak memiliki bukti yang cukup kuat.
Ia mencontohkan kasus di TPS 008 Kelurahan Kemaraya yang telah ditindaklanjuti melalui Pemungutan Suara Ulang (PSU).
“Pemohon sesungguhnya berspekulasi untuk mempersamakan keadaan PSU yang terjadi pada TPS 008 Kemaraya dengan dugaan-dugaan pada TPS lainnya tanpa mampu membuktikan keadaan-keadaan tersebut telah terpenuhi sebagaimana seluruh laporan-laporan Pemohon di Bawaslu Kota Kendari yang tidak diteruskan menjadi rekomendasi PSU ke KPU Kota Kendari,” ujar Muhram.
Kuasa hukum Paslon Nomor Urut 01 Siska Karina Imran-Sudirman, Andri Darmawan, juga menyebut dalil Pemohon terkait 195 TPS yang dipermasalahkan tidak berdampak signifikan pada hasil perolehan suara.
Menurut Andri, total DPT dari TPS tanpa tanda tangan di C.Hasil-KWK hanya 3.761 suara, sementara selisih suara antara Paslon Nomor Urut 01 dan Pemohon mencapai 20.787 suara.
Kata dia, andaikata pun kesembilan TPS tersebut dianggap sebagai TPS yang bermasalah, karena tidak terdapat tanda tangan Saksi Mandat Pemohon, sekalipun diulang maka tidak akan mempengaruhi signifikansi suara untuk Pemohon, dari selisih sebesar 20.787 suara.
"Sebab total DPT dari TPS tanpa tanda tangan di C.Hasil-KWK hanya diangka 3.761 suara. Jika dinolkan untuk seluruh TPS yang dipersoalkan oleh Pemohon, Pihak Terkait masih sebagai peraih suara terbanyak,” papar Andri.
Dalam perkara sengketa hasil pemilihan ini, Pemohon yakni Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari Nomor Urut 02, Yudhianto Mahardika Anton Timbang dan Nirnah Lachmuddin mengajukan pembatalan Keputusan KPU Kendari Nomor 541 Tahun 2024, dengan alasan terdapat banyak pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu di Kota Kendari.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPahri Yamsul Serius Tangani Sampah Muna Barat dengan Armada Pengangkut Baru
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







