Lapas Perempuan Kendari Keluhkan Akses Jalan Rusak Parah, 4 Pegawai Jadi Korban

Sultranesia
2 Min Baca
Lapas Perempuan Kendari Keluhkan Akses Jalan Rusak Parah, 4 Pegawai Jadi Korban
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Nurul Kiptiyah saat menggelar audiensi dengan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Kendari menggelar audiensi dengan Pemerintah Kota Kendari untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai mendesak. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, di ruang kerjanya, Selasa (20/1).

Pertemuan itu dipimpin Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Nurul Kiptiyah. Dalam audiensi tersebut, Nurul menyoroti kondisi akses jalan menuju Lapas Perempuan dan Lapas Anak di kawasan Nanga-Nanga yang disebutnya rusak parah dan membahayakan keselamatan petugas.

Menurut Nurul, kerusakan jalan bukan lagi sekadar keluhan, melainkan sudah berdampak langsung pada kecelakaan kerja. Beberapa pegawai lapas dilaporkan mengalami insiden saat melintasi jalan tersebut.

“Jalan menuju lapas itu sudah hancur. Anggota saya sudah empat orang jatuh sampai luka-luka, bahkan dua orang di antaranya mengalami keguguran,” ungkap Nurul di hadapan Wakil Wali Kota.

Keluhan itu mendapat respons dari Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. Ia menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami para petugas lapas dan memastikan persoalan akses jalan akan menjadi perhatian Pemkot Kendari.

Sudirman menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 Pemkot Kendari telah menyiapkan dana sekitar Rp 100 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah kota. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 5 miliar dialokasikan untuk kawasan Nanga-Nanga.

“Anggaran untuk jalan tahun ini sekitar Rp 100 miliar. Sekitar Rp 5 miliar di antaranya dialokasikan untuk daerah sana. Titik pastinya akan kami cek, dan saya akan memanggil bidang Cipta Karya atau Bina Marga agar lokasi tersebut bisa diprioritaskan,” kata Sudirman.

Nurul berharap, perbaikan dapat segera dilakukan meskipun belum dalam bentuk pengaspalan menyeluruh. Ia menilai pengecoran jalan sudah cukup untuk mengurangi risiko kecelakaan dan membuat akses lebih aman.

“Kalau hujan, jalannya makin terkikis. Kalau belum bisa diaspal, dicor saja tidak apa-apa, yang penting jalannya rata dan aman dilalui,” ujarnya.

Selain masalah infrastruktur jalan, Nurul juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Kendari atas bantuan pengangkutan sampah yang selama ini tetap berjalan meski lokasi lapas terbilang jauh dari pusat kota.

Menanggapi hal itu, Sudirman menyebutkan bahwa persoalan sampah, banjir, dan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkot Kendari.

Tantangan tersebut, kata dia, semakin berat dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, sehingga penanganannya harus dilakukan secara bertahap dan berbasis skala prioritas.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaPT GKP Laporkan Capaian Lingkungan Positif Sepanjang 2025
Bagikan:

Baca Juga