Mahasiswa UHO Tuntut SK Rektor Dicabut, Diduga Ada Pemalsuan Dokumen


Kendari - Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO menggelar aksi unjuk rasa di kawasan kampus UHO, Kamis (10/7), sebagai bentuk penolakan terhadap perpanjangan masa jabatan Prof. Muhammad Zamrun Firihu sebagai Rektor UHO.
Perpanjangan masa jabatan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 197/M/KER/2025 tertanggal 2 Juli 2025. Mahasiswa menilai keputusan tersebut cacat etik, moral, dan hukum.
Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Ferli Nur yang juga Ketua BEM FKIP UHO, menyebut perpanjangan jabatan tersebut sebagai bentuk pembiaran terhadap berbagai dugaan pelanggaran dalam proses Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO periode 2025–2029.
“Perpanjangan ini hanya akan melegitimasi pelanggaran dan menciptakan ruang impunitas di birokrasi kampus,” ujarnya di sela-sela aksi.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menuding telah terjadi sejumlah pelanggaran serius dalam proses Pilrek UHO, termasuk maladministrasi, manipulasi senat, pengesahan statuta kampus secara sepihak, serta dugaan penerbitan surat mandat fiktif terkait pelantikan rektor di Jakarta pada 1 Juli 2025.
Mahasiswa menyebut tidak ditemukan adanya undangan resmi dari kementerian maupun agenda pelantikan di tanggal tersebut, sehingga menimbulkan kecurigaan atas keabsahan dokumen dan prosesnya.
KBM UHO juga menyatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut berpotensi melanggar sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, termasuk dugaan pemalsuan dokumen dan penyalahgunaan wewenang.
Adapun delapan tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut adalah:
1. Cabut Keputusan Perpanjangan Masa Jabatan Rektor Muhammad Zamrun Firihu!
2. Jabatan transisi tidak boleh diberikan kepada figur yang sedang bermasalah hukum, etik, dan integritas.
3. Tunjuk Plt. Rektor yang Netral dan Bebas dari Konflik Kepentingan!
4. Gantikan segera posisi rektor saat ini dengan tokoh akademik yang memiliki integritas dan tidak terlibat dalam skandal pemilihan.
5. Bentuk Tim Investigasi Independen Nasional!
6. Libatkan KPK, Kejaksaan, dan Komnas HAM untuk menyelidiki seluruh pelanggaran yang terjadi selama Pilrek UHO 2025-2029.
7. Tangkap dan Adili Pelaku Korupsi, Rekayasa Pilrek, dan Pemalsuan Dokumen!
8. Siapapun yang terlibat baik dari internal kampus maupun institusi eksternal harus dimintai pertanggungjawaban hukum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rektorat UHO maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi belum memberikan keterangan resmi terkait aksi maupun tuntutan mahasiswa.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaSurvei Charta Politika: 82 Persen Warga Sultra Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







