Mal Pelayanan Publik Pemkot Kendari Jadi Rujukan Daerah Lain


Kendari - Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kendari kembali menarik perhatian daerah lain. Kali ini, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, melakukan kunjungan kerja ke MPP Kendari, Kamis (29/1), untuk mempelajari tata kelola perizinan yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara investasi besar dan keberlangsungan usaha lokal.
Rombongan DPRD Gowa ingin melihat langsung bagaimana Pemerintah Kota Kendari mengatur masuknya perusahaan-perusahaan besar tanpa mengorbankan pelaku usaha mikro dan kecil. Isu ini menjadi perhatian serius, seiring maraknya ekspansi ritel modern di berbagai daerah.
Ketua Komisi I DPRD Gowa, Asrul Makkaraus, mengungkapkan kekhawatiran jika pertumbuhan minimarket dan ritel besar tidak dikendalikan dengan baik. Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir untuk memastikan usaha kecil tetap memiliki ruang hidup.
“Masuknya ritel besar tentu ada dampaknya. Yang kami pikirkan, jangan sampai terlalu menjamur dan justru mematikan warung-warung kecil milik masyarakat,” kata Asrul.
Ia menjelaskan, Kota Kendari dipilih sebagai lokasi studi banding karena dinilai memiliki sistem perizinan yang lebih tertata dan didukung berbagai inovasi layanan.
“Kendari ini penataan perizinannya cukup baik. Banyak inovasi yang diterapkan, sehingga kami menjadikannya sebagai daerah tujuan studi,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi ajang diskusi dan tukar pengalaman antara DPRD Gowa dan jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Kendari. Berbagai kebijakan dan mekanisme pengawasan dibahas untuk menjaga iklim usaha tetap sehat, sekaligus melindungi pelaku UMKM.
Sekretaris Dinas PTSP Kota Kendari, Nukke Juwita, menjelaskan bahwa Pemkot Kendari telah memiliki payung hukum yang jelas melalui Peraturan Daerah tentang Kemudahan Investasi. Regulasi tersebut diperkuat dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai acuan penempatan lokasi usaha.
“Dengan RDTR, lokasi usaha bisa disesuaikan agar tidak masuk ke kawasan yang tidak semestinya. Tantangan terbesar memang ada pada pengawasan di lapangan,” jelas Nukke.
Melalui sistem perizinan yang tertata dan berbasis regulasi, MPP Kota Kendari kini dipandang sebagai salah satu contoh pelayanan publik yang dapat direplikasi oleh daerah lain.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaJPLK Sebut PT Marketindo Selaras Lakukan Pelanggaran HAM Berat di Konsel
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







