Masih Beroperasi, Tambang Batu Ilegal di Kolaka Timur Belum Tersentuh Aparat


Kendari - Aktivitas tambang batu galian C ilegal di Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur, diduga masih terus berjalan tanpa sentuhan hukum. Padahal Laskar Sultra telah melaporkan kegiatan tersebut secara resmi ke Mapolda Sultra pada Kamis, 27 November 2025.
Ketua Laskar Sultra, Israwan, menyayangkan lemahnya respons aparat penegak hukum, khususnya Polres Kolaka Timur dan Satreskrim. Mereka menilai kedua institusi tersebut justru terlihat diam dan terkesan membiarkan aktivitas pertambangan ilegal berlangsung di wilayah hukumnya.
Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mengaku miris melihat kondisi penegakan hukum di Kolaka Timur. Menurutnya, aktivitas pertambangan yang jelas-jelas melanggar hukum itu dilakukan secara terbuka dan bisa terlihat langsung oleh aparat.
“Ada apa dengan penegakan hukum di Sultra? Kenapa banyak kasus tambang ilegal dibiarkan, termasuk di Desa Iwoikondo? Apakah karena lemahnya supremasi hukum sehingga mereka yang punya uang merasa kebal dan menganggap hukum bisa ditawar?” ujarnya.
Israwan mengungkapkan, laporan masyarakat beberapa hari terakhir menunjukkan aktivitas tambang masih berjalan tanpa menghiraukan konsekuensi hukum. Ia meminta Kapolda Sultra untuk serius dan responsif menangani kasus ini. Menurutnya, jika penanganan lamban, para pelaku akan semakin leluasa beraktivitas.
“Ketika saya melapor di Ditreskrimsus, salah satu anggota mengatakan apresiasi karena saya membantu memberantas mafia tambang. Tapi fokus saya adalah bagaimana kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga ada penetapan tersangka,” tegasnya.
Ia juga menduga ada oknum tertentu yang membekingi aktivitas tambang ilegal tersebut, baik dari aparat maupun pemerintah daerah. Dugaan itu muncul karena para pelaku seolah-olah tidak takut terhadap hukum.
Israwan menilai kondisi ini sangat riskan karena dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran, hingga merusak infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat. Ia mengingatkan pemerintah dan Polres Kolaka Timur agar tidak memberi ruang bagi pelaku tambang ilegal.
“Jangan sampai kelalaian pemerintah dan aparat membuka peluang semakin luas untuk para pelaku. Jika semua diam, masyarakat harus mengadu ke mana?” katanya.
Menutup pernyataannya, Israwan mengkritik keras lemahnya fungsi penegakan hukum di daerah tersebut.
“Bagaimana kita mau bicara pembangunan dan kesejahteraan, sementara instrumen penegakan hukumnya saja masih diragukan kapasitas dan integritasnya. Masyarakat bisa saja menegakkan hukum dengan caranya sendiri, dan itu berbahaya serta mencederai kewibawaan negara sebagai negara hukum,” tutupnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaUsai Viral Kirim Karangan Bunga ke 'Pelakor' di Acara Wisuda, Istri Sah Resmi Lapor Polisi
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







