Mengenal B50, Biodiesel Baru yang Berlaku Mulai 1 Juli 2026


Jakarta - Indonesia bersiap menyambut era bahan bakar baru mulai 1 Juli 2026, yakni B50. Pemerintah menyiapkan langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil.
Kehadiran B50 kini menjadi kebijakan energi yang banyak diperbincangkan karena direncanakan akan digunakan secara luas di berbagai sektor dan tersedia melalui jaringan SPBU di Indonesia.
Lalu, apa itu B50, apa bedanya dengan B35 dan B40, serta kendaraan apa saja yang bisa menggunakan bahan bakar ini?.
Secara sederhana B50 adalah bahan bakar biodiesel yang terdiri dari campuran 50 persen bahan baku nabati berbasis minyak sawit dan 50 persen solar konvensional.
Secara konsep B50 merupakan pengembangan dari program sebelumnya di mana B35 terdiri dari 35 persen biodiesel dan 65 persen solar, sedangkan B40 terdiri dari 40 persen biodiesel dan 60 persen solar.
Dengan komposisi tersebut, kandungan energi terbarukan pada B50 menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Program B50 dirancang untuk memperbesar pemanfaatan energi baru terbarukan dari sumber daya dalam negeri, sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri domestik.
Secara umum, B50 diperuntukkan bagi kendaraan dan peralatan yang menggunakan mesin diesel karena membutuhkan torsi besar untuk operasional berat maupun perjalanan jarak jauh.
Jenis kendaraan dan mesin yang berpotensi menggunakan B50 mencakup truk logistik dan angkutan barang, bus dan kendaraan transportasi berbasis diesel, alat berat pertambangan, mesin dan alat pertanian, kendaraan taktis, kapal dan sektor perkapalan tertentu, genset atau generator diesel, hingga lokomotif dan sektor perkeretaapian berbasis mesin diesel.
Sebelum diterapkan secara nasional, pemerintah telah melakukan serangkaian pengujian B50 pada berbagai sektor mulai dari alat pertanian, pembangkit listrik genset, pertambangan, perkapalan, kendaraan otomotif, hingga perkeretaapian.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa hasil pengujian menunjukkan performa B50 berjalan baik dari sisi teknis maupun operasional.
"Ini semua dipakai di semua sektor. Nanti juga akan tersedia di SPBU. Keputusan Menteri akan kita keluarkan sebelum 1 Juli, nah dari situ Pertamina sudah berkontrak dengan berbagai badan usaha. Pelakunya bukan Pertamina saja, seluruh badan usaha bahan bakar minyak,” ujar Eniya dilansir dari laman Kementerian ESDM pada Selasa (7/6/2026).
Berdasarkan hasil pengujian, B50 dinyatakan memenuhi berbagai parameter teknis seperti kandungan air, stabilitas oksidasi, hingga kandungan FAME atau Fatty Acid Methyl Ester.
Meski penggunaan B50 tercatat mengalami kenaikan konsumsi sekitar 3,12 persen dibandingkan B40, peningkatan tersebut dinilai masih dalam batas yang dapat diterima dan tidak berdampak signifikan terhadap produktivitas operasional alat berat.
Implementasi B50 secara nasional akan dimulai pada 1 Juli 2026 dengan melibatkan berbagai badan usaha penyedia bahan bakar minyak, sehingga pemerintah berharap penggunaan energi terbarukan semakin meningkat, impor ditekan, dan kemandirian energi nasional semakin kuat pada masa mendatang.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPolres Konawe Gagalkan Distribusi Ilegal Ratusan Tabung Gas Subsidi ke Morowali
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







