Menteri Agama Dukung Asrama Haji di Kendari, Tapi Ini Syaratnya


Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan dukungan penuh atas rencana pembangunan asrama haji di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung sebagai syarat mutlak yang harus dipenuhi.
Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (17/7).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyampaikan aspirasi masyarakat Sultra yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Makassar untuk proses keberangkatan haji.
“Biaya operasional untuk perjalanan jemaah dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara ke Makassar cukup besar. Karena itu, kami mengusulkan pendirian asrama haji di Kendari agar pelayanan jemaah menjadi lebih dekat, efisien, dan merata,” ujar ASR.
Menurutnya, upaya ini telah disiapkan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan instansi lainnya.
Pemprov juga tengah mendorong pengembangan Bandara Haluoleo menjadi bandara internasional sebagai salah satu syarat teknis utama.
“Kami memahami bahwa keberadaan bandara internasional menjadi syarat penting dalam mendirikan asrama haji. Untuk itu, kami sudah menjalin komunikasi dengan berbagai lembaga terkait agar pengembangan bandara ini segera terwujud,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik rencana pendirian asrama haji di Kendari dan menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan visi pemerataan pelayanan haji nasional.
“Kami sangat mendukung pendirian asrama haji di Kendari. Ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pelayanan haji di seluruh Indonesia,” ujar Nasaruddin.
Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa keberadaan asrama haji tak bisa dilepaskan dari kesiapan fasilitas yang memenuhi standar internasional.
Ia menekankan bahwa bandara yang akan menjadi titik keberangkatan harus benar-benar memenuhi aspek keselamatan dan keamanan internasional.
“Bandara yang menjadi titik berangkat harus memenuhi standar internasional, termasuk aspek keselamatan dan keamanan. Itu penting agar jemaah haji dapat diberangkatkan secara langsung dan efisien,” pungkas Nasaruddin.
Editor: Redaksi
Berita Berikutnya131 Kasus Baru HIV Muncul per Juni 2025, Ini Titik Rawan Penularan di Kendari
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







