Menu MBG yang Buat Puluhan Siswa di Konawe Keracunan Mengandung Bakteri E.Coli


Kendari - Terungkap sudah hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SMAN 20 Konawe setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menemukan adanya kontaminasi bakteri E-coli pada sampel makanan yang diambil dari SMAN 20 Konawe.
Hasil uji laboratorium tersebut dirilis setelah Dinkes Konawe memeriksa dua sampel makanan yang disajikan oleh dapur SPPG Tongauna-Asao pada Kamis, 25 September 2026.
Dari dua sampel yang diperiksa, satu diambil dari dapur SPPG Tongauna-Asao dan satu lainnya dari makanan yang telah sampai di SMAN 20 Konawe.
Hasilnya, sampel makanan dari dapur SPPG Tongauna-Asao dinyatakan nol bakteri atau steril. Sementara sampel makanan yang diambil dari sekolah ditemukan mengandung bakteri coliform dan E-coli.
Kepala Dinas Kesehatan Konawe, Yones, menjelaskan pada kuah bakso ditemukan 3.500 bakteri coliform dan 150 bakteri E-coli. Sedangkan pada pentol bakso ditemukan 3.000 bakteri coliform dan 140 bakteri E-coli.
"Dua sampel makanan yang diuji, satu dari dapur SPPG Tongauna-Asao, satu dari sekolah. Hasilnya sampel makanan dari dapur SPPG Tongauna-Asao 0 bakteri," kata Yones dilansir dari Muarasultra.
"Sedangkan sampel makanan dari sekolah ditemukan 3.500 bakteri coliform, 150 E-coli di kuah bakso, kemudian 3.000 bakteri coliform, 140 bakteri E-coli dari pentol bakso," imbuhnya.
Menurut Yones, kontaminasi bakteri tersebut diduga menjadi penyebab munculnya sejumlah gejala yang dialami siswa SMAN 20 Konawe setelah mengonsumsi menu MBG.
Ia menjelaskan, siswa yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah dapat langsung mengalami reaksi setelah mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri. Gejalanya antara lain alergi, gatal, mual, pusing dan keluhan lainnya.
Yones juga menduga kontaminasi makanan bisa terjadi setelah makanan meninggalkan dapur SPPG Tongauna-Asao dan dalam proses pengantaran hingga sampai ke sekolah.
Pasalnya, pada wadah makanan yang diantarkan oleh SPPG tidak tercantum label maupun batas waktu konsumsi makanan.
"Mungkin makanan ini terpapar saat diantar, karena di sekolah kan ada ruangan tempat makanan ini disimpan. Mungkin saja terpapar sinar matahari, kelembaban ruangan atau sudah lewat waktu konsumsinya," jelasnya.
Yones menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena gejala serupa tidak dialami oleh siswa SMP, SD maupun balita yang juga menerima program MBG.
Atas temuan tersebut, Yones meminta seluruh SPPG yang berada di Kabupaten Konawe untuk benar-benar menerapkan standar operasional prosedur (SOP) sesuai petunjuk Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menegaskan, kejadian serupa tidak boleh kembali terulang dan harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak SPPG maupun seluruh jajaran terkait.
"Kita tidak inginkan hal seperti ini terulang. Oleh karena itu saya meminta agar pihak SPPG maupun BGN agar SOP benar-benar dilaksanakan. Apapun hasilnya, pihak SPPG harus bertanggung jawab dan ini menjadi evaluasi bagi pihak SPPG beserta seluruh jajaran di dalamnya," tegas Yones.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPendapatan Daerah Sultra Ditarget Naik Jadi Rp4,56 Triliun dalam Perubahan APBD 2026
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







