MK Tolak Gugatan Paslon Bupati Buton Selatan karena Melewati Tenggat Waktu


Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan Nomor Urut 4, Hardodi dan La Ode Amiruddin, terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Bupati Buton Selatan Tahun 2024.
Permohonan tersebut dinyatakan tidak dapat diterima karena diajukan melewati tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Ketua MK, Suhartoyo, mengungkapkan dalam sidang pengucapan putusan pada Rabu (5/2) malam bahwa permohonan yang diajukan oleh Paslon Nomor Urut 4 melampaui batas waktu pengajuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) dan Peraturan MK Nomor 3 Tahun 2024.
“Permohonan Pemohon Nomor 134/PHPU.BUP-XXIII/2025 tidak dapat diterima,” tegas Suhartoyo, yang didampingi oleh delapan hakim konstitusi lainnya.
Hakim Konstitusi Arsul Sani juga menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 157 UU Pilkada, permohonan perselisihan hasil pemilihan harus diajukan paling lambat tiga hari kerja setelah diumumkan penetapan perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
MK menilai bahwa permohonan yang diajukan oleh Paslon Hardodi-La Ode Amiruddin sudah melewati tenggat waktu tersebut.
“Karena itu, berkenaan dengan eksepsi lain serta kedudukan hukum dan pokok permohonan Pemohon serta hal-hal lain tidak dipertimbangkan karena dinilai tidak ada relevansinya,” ujar Arsul Sani.
Paslon yang menggugat tersebut sebelumnya menuduh adanya praktik politik uang (money politic) yang dilakukan oleh tiga paslon lainnya dalam Pilbup Buton Selatan.
Mereka memohon agar MK membatalkan Keputusan KPU Kabupaten Buton Selatan yang menetapkan hasil pemilihan, dan menjadikan pasangan nomor urut 4 sebagai pemenang.
Namun, klaim tersebut harus kandas setelah MK menilai permohonan mereka terlambat disampaikan.
Berita BerikutnyaASR Temui Pj Gubernur: Momen Penting Transisi Kepemimpinan di Sultra
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







