Muswil Perempuan Bangsa Sultra: Momentum Konsolidasi Gerakan Perempuan


Kendari - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada Minggu, 28 Juni 2026. Agenda strategis ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi gerakan perempuan di Bumi Anoa, khususnya dalam mengawal isu-isu strategis serta meningkatkan peran aktif perempuan di ruang publik.
Kegiatan krusial ini turut dihadiri langsung oleh anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sultra, Jaelani. Kehadiran tokoh kunci PKB Sultra ini menegaskan komitmen kuat partai dalam mendukung penuh pergerakan perempuan di kancah daerah.
Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Bang Jay ini menekankan pentingnya keterlibatan perempuan yang tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan sebagai motor penggerak perubahan. Ia mendorong agar seluruh kader Perempuan Bangsa di Sultra mampu berdaya, baik secara ekonomi maupun politik.
"Perempuan di Sultra harus mengambil peran strategis. Kita ingin melihat perempuan-perempuan hebat di daerah ini berdaya secara ekonomi politik, mandiri, dan mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan anak," ujar Bang Jay dalam sambutannya.
Jaelani memandang, perempuan bukan sekadar pelengkap atau objek pembangunan, melainkan sebagai aktor strategis dan penggerak utama perubahan negara.
Iya menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat krusial dalam tatanan bangsa. Ia mengutip filosofi bahwa "Perempuan adalah tiang negara".
"Jika perempuannya kuat, berdaya, dan berpendidikan, maka pondasi bangsa juga akan kokoh," kata Jaelani.
Dalam konteks pembangunan nasional, ia mendorong kader perempuan untuk proaktif menjadi motor penggerak dalam menyuarakan dan mengawal kepentingan rakyat luas, khususnya isu-isu kemaslahatan di daerah.
Jaelani mengaku, kontribusi perempuan akan optimal jika ditopang oleh dua kekuatan yakni, kemandirian ekonomi dimana perempuan yang berdaya secara ekonomi mampu memperkuat ketahanan keluarga.
Mengingat posisinya di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelautan, ruang ini sangat relevan bagi kelompok perempuan seperti wanita tani atau nelayan untuk ikut menggerakkan ketahanan pangan nasional.
Kekuatan kedua adalah keterlibatan perempuan dalam politik formal. Perempuan tidak boleh tabu terhadap politik. Jaelani mendorong perempuan untuk masuk ke ruang publik dan mengambil kebijakan strategis.
"Tujuannya agar produk hukum atau kebijakan yang dilahirkan di tingkat daerah maupun pusat memiliki sensitivitas gender dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan perempuan dan anak," tuturnya.
Untuk itu, kata Jaelani menyebut pentingnya bagi perempuan untuk berorganisasi, mengikuti pendidikan kader dan penguatan kapasitas agar peran perempuan tidak sekadar menjadi jargon.
"Perempuan harus dibekali dengan peningkatan kapasitas (capacity building) dan pemahaman regulasi yang matang agar mampu bersaing secara sehat, inklusif, dan substantif di berbagai lini pembangunan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Jaelani juga menyoroti tantangan zaman yang kian dinamis. Di tengah kondisi global dan nasional yang penuh dengan ketidakpastian, mulai dari tantangan ekonomi, perubahan iklim, hingga dinamika sosial, ia mendorong kader perempuan untuk mengubah cara bergerak menjadi lebih adaptif dan taktis.
"Perempuan harus mampu memanfaatkan teknologi dan peluang baru, terutama dalam penguatan ekonomi kreatif dan ketahanan pangan skala rumah tangga," jelas Jaelani.
Ia juga menyinggung perlunya solidaritas dan kolaborasi lintas sektor di tengah yang tidak menentu ini.
"Penguatan jejaring antar-sesama perempuan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program kerja yang dicanangkan bisa berjalan efektif dan berdampak nyata," tuturnya.
Sementara itu, perwakilan DPP Perempuan Bangsa Arzeti Bilbina mengaku, Muswil kali ini bukan sekadar agenda seremonial lima tahunan.
Bagi Anggota DPR RI Komisi IX itu, forum ini merupakan wadah krusial untuk menyatukan persepsi, memperkuat struktur organisasi, dan menyusun program kerja yang lebih berdampak nyata bagi masyarakat.
"Muswil ini menjadi agenda untuk menyusun berbagai program yang menjadi target kita ke depan," kata Arzeti.
Ia menambahkan bahwa ke depan, Perempuan Bangsa Sultra akan fokus pada penguatan kapasitas kader di seluruh kabupaten/kota agar siap menghadapi tantangan zaman, baik dalam ranah penguatan ekonomi keluarga maupun partisipasi aktif di jalur politik formal. Rilis.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPemalangan Aktivitas PT PMS di Kolaka Lumpuhkan Ekonomi Warga, Polres Disorot
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







