OJK Edukasi Keuangan Masyarakat di Pelosok Sulawesi Tenggara


Kendari - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait antisipasi dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Salah satu alasan utamanya, tahun 2024 lalu, data OJK Sulawesi Tenggara menerima sekitar 100 lebih aduan pinjaman online (pinjol) di Sultra.
Kegiatan literasi dan edukasi keuangan OJK ini, dilakukan pada 3 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara. OJK Sultra menyasar warga pelosok, di daerah terluar, tertinggal, dan terluar (3T).
Berdasarkan pantauan OJK, warga di lokasi ini, dinilai sulit mengakses informasi dan inklusi keuangan.
Ketiga wilayah ini yakni, Kabupaten Muna sebanyak 6, Kabupaten Konawe dan Konawe Kepulauan sebanyak 6 desa serta 5 desa di Kabupaten Konawe Selatan. E
Kepala OJK Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha mengatakan, OJK terus mengupayakan peningkatan pemahaman masyarakat tentang tugas dan fungsi OJK.
Kemudian, pengenalan produk jasa keuangan dan Waspada Aktiftas Keuangan Ilegal (PASTI)..
"Kita sisir daerah terluar dulu, sehingga mereka yang lebih sulit mengakses informasi bisa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cepat," ujar Bismi Maulana.
Diketahui, OJK berkoordinasi dengan BPD Sulawesi Tenggara serta BPR, melibatkan masyarakat dengan kisaran jumlah peserta setiap desa antara 50-100 orang.
Dalam kegiatan ini masyarakat menerima materi baik dari OJK Sultra maupun dari Industri Jasa Keuangan (IJK) yang ikut berpartisipasi, yaitu PT BPD Sultra, PD BPR Bahteramas Raha, PD BPR Bahteramas Konawe, dan PD BPR Bahteramas Konawe Selatan.
Kepala Bagian PEPK dan LMSt OJK Sultra dalam sambutannya menyampaikan kegiatan literasi dan edukasi merupakan salah satu bentuk perlindungan konsumen, yaitu preventif atau pencegahan. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memahami manfaat serta resiko suatu produk jasa keuangan sebelum menggunakannya.
Selain itu kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membantu masyarakat untuk mengetahui perbedaan antara produk jasa keuangan yang resmi atau legal dan yang bodong atau illegal.
Ia menyampaikan, Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen.
Hal ini menunjukkan adanya gap antara persentase inklusi yang lebih tinggi di banding literasi, yang artinya sebagian masyarakat yang telah menggunakan produk jasa keuangan belum memahami terkait manfaat dan resiko dari produk yang digunakan.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari para kepala desa yang ikut mendukung kelancaran kegiatan. Kegiatan ini dirasa sangat bermanfaat bagi para masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani, utamanya yang selama ini sulit mendapatkan akses informasi,
OJK mengharapkan, masyarakat Sulawesi Tenggara meninggkat pemahamannya terkait OJK dan produk jasa keuangan, serta 2L (Legal dan Logis) dalam menentukan produk jasa keuangan yang akan digunakan. Jika tercapai, hal ini mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Rilis.
Editor: Denis Risman
Berita BerikutnyaPemprov Sultra Koordinasi ke Kemendagri soal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







