Permodalan Nasional Madani Tegaskan Tak Keluarkan Produk Pinjol


Kendari - PT Permodalan Nasional Madani atau PNM menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan atau menyediakan produk pinjaman online (Pinjol) apalagi produk-produk ilegal.
Penegasan itu disampaikan Kepala Sekretariat Perusahaan PNM, L Dodot Patria Ary, menyusul adanya temuan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal, Otoritas Jasa Keuangan, yang menemukan 243 entitas dan 45 konten pinjaman online di website, aplikasi maupun media sosial.
Dan dari 288 entitas dan 45 konten pinjaman online yang ditemukan Satgas tersebut, ada yang menggunakan nama brand Mekaar Pinjaman Dana Clue.
Dan nama brand pinjaman online itu mirip dengan produk Mekaar yang dimiliki oleh PT Permodalan Nasional Madani.
Dalam keterangannya, Dodot Patria Ary menegaskan bahwa Mekaar Pinjaman Dana Clue bukanlah produk PNM. Produk Mekaar atau Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera milik PNM adalah layanan pembiayaan berbasis kelompok yang disertai dengan pendampingan bagi perempuan prasejahtera.
"Kami tegaskan PNM tidak memiliki produk pinjol, apalagi pinjol tidak berizin atau ilegal. Landasan kerja kami adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/POJK.05/2019 Tahun 2019 tentang pengawasan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). PNM adalah bagian dari Holding Ultra Mikro yang satu atap dengan BRI dan Pegadaian. Fokus kami adalah pembiayaan dan pendampingan yang merupakan tugas pemberdayaan," tegas Dodot dalam keterangannyam
Dodot berharap masyarakat lebih berhati-hati dan cerdas dalam menyikapi penggunaan nama oleh satu institusi yang tidak bertanggung jawab yang memiliki kemiripan penyebutan. Lebih lanjut ia terangkan, Mekaar merupakan inisiasi membangun keluarga pra sejahtera yang hanya punya tingkat penghasilan rata-rata Rp 800 ribu per bulan.
"Nasabah yang tergabung pada produk Mekaar kami kelompokkan lalu ada kewajiban tanggung renteng di antara para nasabah untuk membangun soliditas sosialnya. Bahkan pada produk Mekaar ini kami tidak saja memberikan modal finansial, tetapi juga dengan memberikan modal intelektual dan modal sosial,” papar Dodot.
Produk Mekaar ini, lanjut Dodot, merupakan pemberdayaan perempuan berbasis kelompok dengan mekanisme pertemuan mingguan yang disebut dengan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).
"Melalui PKM nasabah kita tumbuhkan 3 nilai dasar yakni jujur, disiplin, dan kerja keras. Melalui PKM kita tingkatkan modal sosial dalam upaya menjaga keharmonisan kelompok, semangat kekeluargaan dan gotong-royong. Melalui pertemuan mingguan ini juga kita berikan literasi keuangan tentang pentingnya menabung," tambahnya.
Sejak bergabungnya PNM dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI, nasabah diberikan edukasi untuk menabung melalui BRI dengan rekening Kupedes UMi.
Dodot kembali menegaskan Mekaar yang dicatut namanya oleh pinjol ilegal bukanlah produk PNM. "Kita ini lembaga pemberdayaan berbasis kelompok untuk meningkatkan kesejahteraan nasabah baik sejahtera ekonominya, sosialnya dan lingkungannya. Nasabah kita sampai hari ini mencapai 14,8 juta dan saat ini merupakan lembaga pemberdayaan perempuan terbesar di dunia," tutupnya. Rilis
Editor: Muh Fajar RA
Berita BerikutnyaPolisi Temukan Bong di Kos Pencuri Kotak Amal yang Diamuk Warga Kendari
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







