Pilkades Puao Konsel Kisruh, Warga Blokade Jalan Motaha-Kendari


Konawe Selatan – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Puao, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), diwarnai kisruh akibat perselisihan daftar pemilih tetap (DPT). Persoalan tersebut membuat pemerintah daerah menunda pemilihan dan memicu aksi warga memblokade jalan poros Motaha-Kendari hingga Jumat (23/10/2026) malam.
Pilkades Puao sedianya digelar pada Sabtu (24/10/2026). Namun, perbedaan pendapat antara calon kepala desa terkait kelompok tani yang berhak masuk dalam DPT membuat pelaksanaan pemilihan tertunda.
Camat Angata, Al Asmin, menjelaskan polemik bermula dari penolakan salah satu calon terhadap kelompok tani yang dibentuk menjelang pelaksanaan Pilkades untuk dimasukkan dalam daftar pemilih.
Menurut Al Asmin, calon tersebut menginginkan hanya kelompok tani yang dibentuk oleh kepala desa sebelumnya yang berhak memberikan suara. Sementara itu, calon lainnya meminta pemilihan tetap mengacu pada DPT yang telah ditetapkan.
“Dari versi salah satu calon desa, terima saja tiga kelompok tersebut, tapi salah satu calon desa lain menolak, harus sesuai kelompok tani yang dibentuk Kades lama,” jelas Al Asmin.
Pilkades Puao digelar untuk mengisi sisa masa jabatan kepala desa sebelumnya yang mengundurkan diri. Dalam mekanisme pemilihan tersebut, hak suara dibatasi pada unsur aparat desa dan kelompok tani sesuai ketentuan yang diterapkan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konsel telah berupaya memediasi kedua belah pihak agar pemilihan tetap berjalan sesuai jadwal. Namun, mediasi tidak menghasilkan kesepakatan sehingga pemerintah daerah memutuskan menunda Pilkades Puao untuk sementara waktu.
“Karena mediasi mentok, tidak ada titik temu sehingga Pemda Konsel menunda Pilkades Puao untuk sementara waktu,” ujarnya.
Keputusan penundaan tersebut memicu aksi warga yang memblokade jalan poros Motaha-Kendari. Al Asmin menambahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Konsel sedang menuju lokasi untuk mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaDilarang Bawa Miras dari Luar, Pria Ini Kembali ke Exodus Kendari Bawa Parang
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







