Proyek Strategis Kampung Nelayan Merah Putih di Kendari Segera Dimulai


Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program pembangunan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih.
Proyek strategis nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ini akan menyasar tiga titik lokasi di pesisir Kota Kendari.
Dukungan tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, usai menerima audiensi dari Pejabat Pelaksana Satuan Kerja Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).
Rencananya, pembangunan ini akan difokuskan di tiga kelurahan, yakni Sambuli, Tondonggeu, dan Puday.
Untuk menjamin keberlanjutan ekonomi, pengelolaan fasilitas pasca-pembangunan nantinya akan diserahkan penuh kepada Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing wilayah.
“Prinsipnya, kami di Pemerintah Kota Kendari tegak lurus mendukung penuh keberlangsungan program strategis nasional ini. Apapun programnya, selama membawa kemaslahatan langsung bagi kesejahteraan masyarakat, pelaksanaannya harus berjalan lancar,” ujar Sudirman.
Berdasarkan jadwal teknis yang dipaparkan pihak KKP RI, proyek ini akan segera memasuki tahap eksekusi dalam waktu dekat.
Mulai dari penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), Pelaksanaan Mutual Check Zero (MC Nol) hingga peletakan batu pertama di Kelurahan Tondonggeu.
Proyek tersebut nantinya bakal dikerjakan selama 135 hari kalender, dengan target rampung 100 persen pada November 2026.
Pemerintah dan KKP RI juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjawab tantangan tata ruang di lapangan agar tidak terjadi tumpang tindih lahan.
Di Kelurahan Puday, penyesuaian tata letak bangunan menggunakan konsep konstruksi prototype laut dilakukan untuk menghindari penggunaan lahan bersertifikat milik warga.
Sementara di Kelurahan Tondonggeu pemanfaatan lahan eks-aset KKP seluas 0,5 hektare dengan memastikan ekosistem hutan mangrove di sekitar lokasi tetap terjaga.
Di Kelurahan Sambuli sendiri akan dilakukan pembangunan fasilitas parkir tambat perahu sepanjang 1.000 meter yang diintegrasikan dengan fungsi estetika ruang terbuka publik.
Pemkot Kendari optimistis bahwa sinergi lintas sektor ini akan menjadi motor penggerak baru dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memodernisasi kawasan pesisir Kota Kendari secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPimpin Sertijab Dandim 1413/Buton, Danrem 143/Halu Oleo Tekankan Profesionalisme Prajurit
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







