PT RSK Konawe Bantah Tudingan Beroperasi Tanpa Izin, Ini Faktanya


Konawe - PT Razka Sarana Konstruksi (RSK), kontraktor pemasok beton untuk proyek jalan Adipura–Rahabangga di Kabupaten Konawe, membantah tudingan bahwa batching plant (pabrik beton) milik mereka di Kelurahan Asinua beroperasi tanpa izin.
Direktur Cabang PT RSK, Amir Yusuf, menegaskan bahwa perusahaan memiliki legalitas dasar yang sah dan menjalankan operasional sesuai ketentuan. Ia menyebut seluruh dokumen persyaratan perizinan teknis telah diserahkan ke instansi terkait.
“PT RSK memiliki NIB dan semua dokumen perizinan teknis sudah kami serahkan. Kami beroperasi dengan penuh kepatuhan dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Konawe. Sambil menunggu penerbitannya, kami tetap menjalankan semua kewajiban mitigasi dampak,” kata Amir Yusuf, Kamis (11/12).
Ia menambahkan, perusahaan selalu patuh terhadap aturan di wilayah mana pun mereka bekerja.
Menanggapi sorotan soal potensi bahaya lalu lintas di jalur dua Asinua, PT RSK memastikan telah mengambil langkah proaktif untuk menjaga keamanan. Perusahaan menempatkan petugas pengatur lalu lintas (flagman) pada titik rawan, terutama di area keluar-masuk batching plant.
“Kami sudah menempatkan flagman di titik-titik yang rawan dilalui kendaraan operasional,” ujarnya.
Selain itu, dua personel keamanan tambahan juga dikerahkan untuk mengatur mobilitas kendaraan proyek agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Terkait keluhan warga mengenai polusi debu dan kebisingan, Amir menyebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya mitigasi. Penyiraman rutin dilakukan untuk mengurangi debu, sementara kegiatan malam hari dijalankan dengan mengutamakan etika berlalu lintas agar tidak menimbulkan kebisingan berlebih.
Amir juga menegaskan bahwa perusahaan sudah melakukan pendekatan sosial sebelum memulai kegiatan.
“Sebelum kami mulai, kami sudah bertemu dengan lurah, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat Asinua, PT RSK memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Sebagai komitmen kami, 90 persen pekerja yang kami rekrut berasal dari Kelurahan Asinua,” tutup Amir Yusuf. Rilis.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaEfisiensi Anggaran, Hasil Maksimal: Muna Barat Tembus Tiga Besar Nasional Pengendalian Inflasi
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







