PT SIP Bangun Jalan dan Jembatan di Bombana, Warga Rasakan Manfaat Sebelum Perusahaan Beroperasi

Sultranesia
4 Min Baca
PT SIP Bangun Jalan dan Jembatan di Bombana, Warga Rasakan Manfaat Sebelum Perusahaan Beroperasi
Pekerja PT SIP nampak melakukan pembangunan jalan di Bombana. Foto: Dok. Istimewa.

Bombana - Kehadiran PT Sultra Industrial Park (SIP) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mulai memberikan manfaat bagi masyarakat meski perusahaan yang akan membangun kawasan industri tersebut hingga kini masih dalam tahap mengurus dan melengkapi berbagai dokumen perizinan.

Belum resmi beroperasi, PT SIP telah melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur dasar di wilayah yang masuk dalam lokasi izin usahanya. Di antaranya pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, drainase hingga saluran irigasi.

Berbagai infrastruktur tersebut berada di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara. Salah satu yang mendapat perhatian yakni akses jalan dari Desa Tembe menuju Desa Wumbubangka.

Perusahaan asal Jakarta itu menyulap jalan yang sebelumnya sempit, berbatu dan bergelombang menjadi jalur yang lebih lebar dan mulus. Tak hanya jalan, jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan nyaris roboh juga direhabilitasi dengan memasangkan buis beton sehingga kembali kuat dan kokoh.

PT SIP juga memperbaiki drainase serta saluran irigasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bagi para petani sawah di sekitar kawasan industri yang akan dibangun.

Kepala Desa Wumbubangka, Karman, mengatakan seluruh perbaikan infrastruktur dasar tersebut dilakukan PT SIP setelah mendapat permintaan dari masyarakat.

“Kami yang bermohon di perusahaan (PT SIP) agar jalan, jembatan, drainase dan saluran irigasi diperbaiki. Alhamdulillah direspon dan dikerjakan dengan cepat,” kata Karman kepada lenterasultra, Minggu, 9 Agustus 2026.

Karman mengatakan, meski belum melakukan aktivitas operasional, kehadiran PT SIP sudah membawa perubahan nyata bagi masyarakat Wumbubangka.

Ia mencontohkan jalan yang menghubungkan Desa Tembe dengan Desa Wumbubangka. Sebelum PT SIP hadir, jalan sepanjang hampir 11 kilometer tersebut dalam kondisi rusak parah.

Jalur tersebut sempit, berbatu dan bergelombang. Bahkan karena tidak mendapat perawatan, rumput dari sisi kiri dan kanan jalan sampai bertemu di tengah.

“Sekarang berubah drastis. Rumput yang ketemu ditengah jalan sudah tidak ada. Jalan sudah mulus, lebarnya antara 7 sampai 8 meter,” ujarnya.

Kondisi jalan yang kini lebih baik membuat waktu tempuh dari Wumbubangka menuju Tembe menjadi jauh lebih singkat. Jika sebelumnya jarak sekitar 11 kilometer tersebut ditempuh sekitar 30 menit, kini perjalanan bahkan tidak sampai 10 menit.

Menurut Karman, warga Wumbubangka sudah bertahun-tahun menikmati kondisi jalan yang rusak antara Tembe dan Wumbubangka. Namun, kondisi tersebut berubah drastis dalam waktu kurang lebih tiga bulan sejak PT SIP hadir di Bombana.

Ia pun mengaku warga Wumbubangka bersyukur dan berterima kasih kepada PT SIP karena keluhan terkait kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akhirnya mendapat perhatian dan penanganan.

Manfaat kehadiran PT SIP juga dirasakan Camat Rarowatu Utara, Hajar Aswad. Ia mengatakan, meski belum beroperasi, perusahaan tersebut telah menunjukkan kepedulian terhadap keluhan dan kebutuhan masyarakat.

Selain memperbaiki jalan Tembe-Wumbubangka, PT SIP juga membuka akses jalan bagi masyarakat dan kendaraan dari Satuan Permukiman (SP) 2 menuju SP 9.

Sebelumnya, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun setelah diperbaiki, akses tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat maupun kendaraan lainnya.

“Panjang jalan yang diperbaiki sekitar 5 kilometer. Jadi nanti ada PT SIP, jalan SP 2 ke SP 9 bisa diakses mobil. Jalannya juga lebar dan mulus,” kata Hajar.

Tak hanya infrastruktur jalan dan jembatan, PT SIP juga membuat bendungan, memperbaiki saluran irigasi serta membenahi drainase di Wumbubangka dan sekitarnya.

Perbaikan tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan kelompok tani, terutama dalam mengantisipasi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan pada lahan persawahan.

“Kalau tidak diperbaiki saluran airnya, biasanya terjadi kekeringan. Bahkan saat ini sudah ada sawah warga yang kering. Makanya, petani meminta PT SIP untuk membenahi irigasi dan drainase. Permintaan ini juga sudah dipenuhi PT SIP,” jelas Hajar.

Camat Rarowatu Utara itu mengatakan, pengerjaan berbagai infrastruktur tersebut terbilang cepat karena PT SIP mengerahkan sejumlah alat berat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Wumbubangka dan sekitarnya.

Sebanyak delapan unit alat berat, mulai dari excavator hingga bulldozer, serta 10 unit truk dan dua unit rumah pompa darurat dikerahkan untuk membenahi jalan, jembatan, irigasi dan drainase.

Seluruh alat berat milik PT SIP tersebut disebar di sejumlah titik untuk merehabilitasi jalan, jembatan hingga kawasan persawahan.

Manfaat kehadiran PT SIP juga dirasakan kelompok tani yang berada di sekitar lokasi perizinan perusahaan. Salah satunya Kelompok Tani BP Sejahtera di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara.

Ketua Kelompok Tani BP Sejahtera, Sudirman, mengatakan kehadiran PT SIP cukup membantu para petani, meski perusahaan tersebut saat ini baru sebatas melengkapi berbagai dokumen perizinan.

Sudirman mengatakan, salah satu persoalan yang selama ini dikeluhkan petani sawah di Wumbubangka adalah terganggunya aliran air sungai akibat tertutup material dari aktivitas pertambangan emas yang telah berlangsung selama belasan tahun.

Namun, persoalan tersebut mulai terurai setelah para petani menyampaikan keluhannya kepada manajemen PT SIP.

Melalui Sudirman, petani meminta bantuan PT SIP untuk merehabilitasi daerah aliran sungai yang tertutup material galian tambang emas.

Keluhan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti. PT SIP menurunkan sejumlah alat berat ke berbagai titik aliran sungai yang tertutup material.

Tidak hanya membersihkan aliran sungai, PT SIP juga membangun waduk sementara untuk menampung aliran air yang selanjutnya didistribusikan ke berbagai kawasan persawahan di Wumbubangka.


Editor: Andise SL

Berita BerikutnyaGeber Mas Kemenag Sultra Digelar di 986 Titik, Kakanwil Tekankan Kebersihan Berkelanjutan
Bagikan:

Baca Juga