Ribuan Tenaga Kerja Asing Bekerja di Sultra, Ini Rinciannya


Kendari - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari mencatat sebanyak 1.924 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari berbagai negara berkerja di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dari jumlah tersebut, TKA dari Tiongkok mendominasi. Mereka kebanyak berkerja di PT VDNI dan PT OSS di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Sisanya, berkerja di sejumlag daerah di Bumi Anoa.
"Kita merinci ada sekitar 632 orang TKA yang bekerja di VDNI. Kemudian OSS kami juga mencatat sebanyak 1.261 orang TKA dan juga Sian Fower berjumlah satu orang, Gunbuster Nickel Industry juga ada satu TKA dan kemudian ada di Indonesia Konawe Industrial Park itu berjumlah 28 orang TKA," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Samuel Toba, saat ditemui di ruangannya Selasa (15/11).
Selain di Konawe, sejumlah TKA juga tercatat berkerja di Kabupaten Konawe Utara (Konut) sebanyak 7 TKA. Untuk yang bekerja PT Konutara Sejati satu orang. Kemudian PT Karyatama Konut itu berjumlah 2 orang dan Sinoyadro Foforusion Unlimited itu berjumlah 4 orang.
Sementara, kata dia lagi, untuk di Kolaka Utara itu berjumlah 3 orang TKA yang bekerja. Ada yang bekerja di PT Yintai Internasional Grup itu ada dua orang dan PT Bosu Tambang Industri. Dan Kota Kendari ada 8 orang TKA.
Dari sembilan kabupaten dan kota yang merupakan wilayah kerjanya, pihaknya hanya mencatat 4 kabupaten dan kota yang ada TKA-nya, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, dan Kolaka Utara.
"Jadi wilayah kerja Imigrasi Kendari itu hanya ada 8 kabupaten dan satu kota yaitu kota Kendari, Konsel, Konawe, Konut , Koltim, Kolaka, Bombana, Kolut dan di luar daratan itu hanya kabupaten Konawe Kepulauan. Untuk yang lainnya itu masuk di imigrasi Wakatobi," katanya.
Dijelaskannya, bahwa untuk pengawasan TKA yang bekerja di wilayah Sultra itu dengan cara melakukan pendataan ulang, karena TKA yang bekerja hanya diberikan izin tinggal satu tahun.
"Jadi setiap ijin tinggal mereka habis mereka akan datang lagi untuk memperpanjang. Jika mereka tidak memperpanjang mereka akan dikenakan denda," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaSatu Pelaku Curanmor di Kendari Ditangkap!
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







