RPS-DPRD Kendari Susun Raperda Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas


Kendari - Rumpun Perempuan Sulawesi Tenggara (RPS) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak bagi para penyandang disabilitas.
Penyusunan Raperda tersebut dilaksanakan di salah satu hotel yang ada di Kota Kendari, pada Kamis (12/10), dengan diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kegiatan itu bertujuan untuk
melahirkan regulasi bagi para penyandang disabilitas sehingga memberikan informasi publik, wawasan dan pemantapan subtansi materi yang akan diatur dalam Raperda.
Selain itu untuk mematangkan konsepsi Raperda dan memberikan kesempatan kepada publik untuk memberikan input dalam dokumen Raperda tentang penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kota Kendari.
Kasubbag Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kota Kendari, Gunawan Dj mengatakan bahwa penyusunan Raperda itu merupakan rancangan yang diajukan oleh para anggota dewan dengan melibatkan Rumpun Perempuan Sultra sehingga terwujudnya kota yang ramah disabilitas.
"Tujuan utamanya agar kota ini ramah terhadap para penyandang disabilitas, sehingga kota ini betul-betul kita bisa mewujudkan salah satu indikator dari pemenuhan kota yang ramah HAM," ujarnya.
Selain itu, dia menjelaskan setelah menyusun pasal-pasal Raperda bersama beberapa OPD terkait, pihaknya bakal melaksanakan seminar publik serta harmonisasi yang nantinya akan dibahas langsung di DPRD.
"Mudah-mudahan tahun ini kita berharap Perda disabilitasi bisa kita undangkan," harapnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Rumpun Perempuan Sultra, Sulhani mengungkapkan proses penyusunan Raperda penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas telah melalui enam kali diskusi.
"Untuk mendukung itu butuh proses, pentingnya untuk ramah disabilitas karena kita tahu sendiri di Kota Kendari ini masih ada pelayan publik yang tidak ramah disabilitas, misalkan gedungnya itu tidak ada bidang miring untuk diakses oleh para disabilitas," jelas Sulhaini.
Sulhani bilang Rumpun Perempuan Sultra hadir dengan bekerjasama dengan BaKTI atau pemerintah Indonesia-Australia untuk memastikan ada program inklusi di Kota Kendari.
"Itulah kemudian kehadiran Rumpun Perempuan Sultra memastikan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama seperti orang yang normal untuk mendapatkan pelayanan publik," pungkasnya.
Laporan: Rijal
Berita BerikutnyaPolresta Kendari Siagakan Personel di Titik Rawan Konflik Pemilu 2024
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







