Sebut La Ode Tariala Pilih Duduk di Belakang, Tahir Lakimi Dinilai Ciptakan Kebohongan Publik


Kendari – Polemik penempatan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala, di kursi belakang saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW NasDem Sultra, Senin (18/5/2026), terus menuai reaksi keras.
Pernyataan Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi, yang menyebut posisi duduk Tariala merupakan pilihan pribadi kini dianggap sebagai kebohongan publik oleh kader senior partai.
Kader senior NasDem Sultra, Jurni menilai narasi yang dibangun Tahir Lakimi tidak sesuai dengan fakta di lapangan saat kegiatan di Hotel Claro, Kendari, tersebut berlangsung.
"Kalau narasinya disebut pilihan pribadi, itu kebohongan publik. Semua kader melihat langsung bagaimana situasinya di lokasi Rakerwil," tegas Jurni kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Jurni menyebut persoalan ini bukan sekadar urusan teknis tempat duduk. Menurutnya, cara panitia memperlakukan La Ode Tariala, yang merupakan kader senior sekaligus Ketua DPRD Sultra, mencerminkan adanya upaya untuk mengerdilkan figur penting di internal partai.
Ia merasa prihatin jika internal partai justru mempertontonkan konflik yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat.
"Kasihan NasDem kalau ada kader yang mempolitisasi persoalan seperti ini. Kader NasDem tidak bodoh melihat apa yang terjadi di Rakerwil. Kalau narasinya dipelintir seperti itu, maka stigma yang muncul NasDem sedang dibuat untuk dikerdilkan, bukan dibesarkan," ungkapnya.
Dampak dari polemik ini, lanjut Jurni, telah meluas. Banyak tokoh di Sultra kini mempertanyakan sikap internal DPW NasDem Sultra terhadap kader-kadernya sendiri.
Melihat kegaduhan yang terus terjadi, Jurni mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem untuk segera turun tangan melakukan evaluasi total terhadap kepengurusan DPW NasDem Sultra.
"Saya yakin DPP akan melakukan evaluasi. Karena situasi seperti ini tidak menguntungkan partai. NasDem ini partai besar di Sultra, punya kader di eksekutif dan legislatif. Kalau yang dipertontonkan justru kebohongan dan konflik internal, publik bisa kehilangan kepercayaan," tegasnya.
Jurni bahkan menyinggung kapasitas Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi. Ia menyebut Tahir tidak memahami kultur dan sejarah perjuangan NasDem di Sultra.
"Tahir Lakimi itu tidak pernah dikader di NasDem, tiba-tiba masuk jadi Sekretaris DPW. Dia tidak memahami apa itu gerakan perubahan. Dia ini orang baru datang lalu asal bunyi," kritik Jurni.
Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan agar partai tidak terus-menerus terjebak dalam dinamika internal yang merugikan.
"Kalau NasDem ingin tetap besar di Sultra, maka evaluasi total harus dilakukan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKebakaran Rumah di Kendari Hanguskan 6 Kendaraan
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







