Sejarah Baru, IPH Sulawesi Tenggara Terendah Secara Nasional


Kendari - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menorehkan sejarah baru, dimana Indeks Perkembangan Harga (IPH) Bumi Anoa menjadi yang terendah secara nasional.
Hal ini terungkap dari data Badan Pusay Statistik (BPS) yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi pada Senin (6/5).
Data pada minggu pertama Mei 2024 menunjukkan angka IPH Provinsi Sultra alami penurunan yang cukup signifikan, yaitu -1,62 persen. Angka IPH tersebut adalah terendah secara nasional, yang menandakan stabil dan terkendalinya inflasi di Provinsi Sultra.
Dalam Rakor tersebut, Provinsi Sultra di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mendapat apresiasi dari Irjen yang juga Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir atas kinerja dan upaya yang telah dilaksanakan guna mengendalikan angka inflasi dan IPH di Sultra.
"Kita tentu sangat mengapresiasi Pj Gubernur Sultra karena mampu mengendalikan angka inflasi dan IPH sehingga tetap terjaga dan terkendali utamanya pasca Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri," kata Tomsi Tohir.
Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Andap juga tercatat sebagai Pemerintahan Daerah yang menginisiasi penandatanganan komitmen bersama TPID Provinsi, 15 Pemda Kabupaten dan 2 Pemda Kota, BPS, Bank Indonesia dan Bulog pada 16 November 2023 lalu sebagai langkah awal menurunkan angka inflasi di Sultra.
Menindaklanjuti komitmen bersama tersebut, Pj Gubernur Sultra menerapkan strategi 4K dalam pengendalian inflasi, yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi yang efektif.
"4K Tata Kelola dan Niaga Pangan yang kami implementasikan, Alhamdulillah berhasil menghantarkan kami menjadi Provinsi dengan IPH terendah secara nasional. Semua ini tercapai berkat kerjasama yang baik diantara kita" ujarnya.
Selama periode Januari hingga April 2024, Pj Gubernur juga menggalakkan pelaksanaan program pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif di seluruh Kabupaten/Kota di Sultra yang melibatkan berbagai instansi terkait.
"Selama periode Januari hingga April 2024, Pemprov Sultra telah melaksanakan pasar murah sebanyak 212 kali di 17 Kabupaten Kota se-Sultra," ungkap Pj Gubernur.
"Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan semangat gotong royong, baik oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindag, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan, Biro Ekonomi Setda bersama dengan Dinas lainnya serta Instansi ata stakeholder lainnya," tambahnya.
Andap memilih respon cepat dengan kerja konkret di lapangan dalam menyikapi isu inflasi Sultra, terutama inflasi pangan yang selama ini menjadi salah satu catatan negatif bagi Sultra.
"Komoditas pangan yang memberi andil IPH Sultra yakni beras, daging, ayam dan cabai merah. Dari 13 Kabupaten Kota non Indeks Harga Konsumen di Sultra, 11 diantaranya alami deflasi," paparnya.
Dalam keterangan selanjutnya, Andap menjelaskan IPH tertinggi di Sultra terjadi di Kabupaten Buton Selatan sebesar 0,90 persen, sedangkan Kabupaten dengan IPH terendah berada di Kabupaten Bombana yang alami deflasi sebesar -2,91 persen disebabkan penurunan harga beras, cabai merah dan tempe.
Variasi dalam perubahan harga di berbagai wilayah Sultra mencerminkan kompleksitas ekonomi lokal dan mempengaruhi daya beli masyarakat serta aktivitas ekonomi. Meskipun tercatat adanya pencapaian positif dalam pengendalian inflasi dan IPH, namun Andap mengingatkan kepada TPID untuk tidak berpuas diri dan tetap waspada.
"Isu pangan akan menjadi hal yang sangat strategis dan fundamental. Situasi geopolitik perlu juga dicermati bersama pengaruhnya terhadap pangan nasional, khususnya di Sultra," kata Andap.
"Mari kita terus mengharmonisasikan gerak dan langkah dalam memberikan pelayanan publik atas ketersediaan pangan yang aman, cepat dan terjangkau, termasuk dalam momentum jelang Pilkada Serentak November 2024"
"Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan upaya pengendalian inflasi melalui strategi 4K, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaBawaslu Sultra Telusuri Pj Kepala Daerah Lain soal Netralitas ASN jelang Pilkada
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







